Jumat, 24 April 2026

Jatim Inflasi 0,46 Persen, Biang Keroknya Bukan Migor, Tapi si Tomat dan si Tongkol

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,24 persen, diikuti kelompok perawatan pr

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Rudy Hartono
istimewa
Ilustrasi Komoditas tomat. 

SURYA.co.id|SURABAYA - Pada bulan Januari 2022, Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan moto "Jer Basuki Mawa Beya" tercatat mengalami inflasi sebesar 0,46 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengungkapkan, pemantauan terhadap perubahan harga pada tingkat konsumen selama bulan Januari 2022 di delapan kota IHK Jawa Timur memang menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau.

"Hal itulah yang mendorong terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,46 persen yaitu dari 107,26 pada bulan Desember 2021 menjadi 107,75 pada bulan Januari 2022," ujar Dadang kepada Surya.co.id, Rabu (2/2/2022).

Sementara jika dilihat dari tingkat inflasi tahun ke tahun, inflasi Jatim pada Januari 2022 terhadap Januari 2021 sebesar 2,60 persen.

Menurutnya, Inflasi Jatim pada Januari 2022 ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, dimana dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi.

"Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,24 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,53 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,45 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,40 persen.

Selain itu juga kelompok pendidikan sebesar 0,29 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,23 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen," imbuhnya secara rinci.

Adapun untuk beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2022, lanjutnya, antara lain, beras, tukang bukan mandor, rokok kretek filter, tomat, daging ayam ras, tongkol diawetkan, biaya les/privat, mobil, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng.

Dikatakan pula oleh Dadang, apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK di Jawa Timur, maka didapati komoditas tomat lah yang menjadi penyumbang terbesar terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Jember.Kemudian, lanjutnya, disusul juga komoditas tongkol diawetkan.

"Harga komoditas tomat naik 36,87 persen, sedangkan tongkol yang diawetkan naik 12,89 persen," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved