ANCAMAN HUKUMAN Habib Yusuf Alkaf Ditambah 1/3, Tersangka Asusila ke Anak ini Dijerat Pasal Berlapis

Berikut ini kabar terbaru Habib Yusuf Alkaf, penceramah yang kini ditahan di Polres Pamekasan, Madura atas dugaan asusila terhadap dua santriwatinya.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Musahadah
kolase surya/kuswanto ferdian/youtube habib yusuf alkaf official
Habib Yusuf Alkaf yang jadi tersangka kasus asusila di Pamekasan, Madura. Ancaman hukuman yang dijeratkan ditambah. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Berikut ini kabar terbaru Habib Yusuf Alkaf, penceramah yang kini ditahan di Polres Pamekasan, Madura atas dugaan asusila terhadap dua santriwatinya.

Ancaman hukuman terhadap Habib Yusuf Alkaf ditambah karena dugaan asusila itu dilakukan oleh pendidik.

Hal ini sesuai dengan jeratan pasal yang ditetapkan penyidik Satreskrim Polres Pamekasan

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana menjelaskan, tersangka dikenai pasal 82 ayat (1), ayat (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Dalam pasal itu berbunyi, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Baca juga: KRONOLOGI Dugaan Asusila Habib Yusuf Alkaf, dari Minta Pijit Berujung Tak Senonoh hingga Ditangkap

Selain itu, dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bila dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga).

Itu artinya ada tambahan hukuman maksimal 5 tahun penjara yang bisa dijeratkan kepada pria berusia 36 tahun ini. 

Sedangkan di pasal Jo Pasal 76E berbunyi setiap orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, maka bila melakukan hal itu ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Kejadian pencabulan anak di bawah umur ini terjadi sekitar September 2021 lalu, tepatnya di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan," kata AKP Tomy Prambana kepada TribunMadura.com, Selasa (1/2/2022).

Menurut AKP Tomy, dasar ditangkapnya tersangka merujuk pada laporan Polisi nomor LP/B/488/XI/RES.1.24/2021/SPKT/POLRES PAMEKASAN/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 4 November 2021 lalu.

Setelah ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Polres Pamekasan karena telah melakukan tindak Pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

"Saat ini telah dilakukan penahanan terhadap tersangka, terhitung 20 hari sedari tanggal 1 Februari 2022 sampai 20 Februari 2022," ujarnya.

Berikut kronologi selengkapnya dugaan asusila tersebut: 

1. Berawal minta dipijit

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved