Senin, 20 April 2026

Berita Malang Raya

Wakil Bupati Malang : Pekerja Migran Segera Karantina Begitu Tiba di Tanah Air

Didik menerangkan jika para pekerja migran akan menjalani masa karantina di Safe House Rusunawa Kepanjen.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/erwin wicaksono
Safe house Rusunawa Kepanjen, jadi tempat karantina pekerja migran Indonesia yang pulang ke tanah air. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyerukan langkah percepatan pemindahan pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Malang ke tempat karantina begitu tiba di tanah air.

Didik mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang untuk mencegah penyebaran virus corona varian omicron dari kalangan pekerja migran.

Didik menerangkan jika para pekerja migran akan menjalani masa karantina di Safe House Rusunawa Kepanjen.

Baca juga: Canangkan Kantor PBNU, Gus Yahya Izin Ikut Tempati Ibukota Baru di Penajam Paser Utara

Terkait data kepulangan pekerja migran asal Kabupaten Malang, Didik mengaku belum mendapat informasi terbaru.

"Kondisi orang berbeda-beda meski telah menjalani tes Covid-19 harus dikarantina terlebih dahulu. kami minta disnaker (dinas tenaga kerja) dan pihak imigrasi melaporkan tiap kali ada kepulangan pekerja migran, khususnya di Kabupaten Malang,” kata Didik, Minggu (30/1/2022).

Baca juga: Kader Partai Demokrat Jatim Dambakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Maju Pilpres 2024

Didik memastikan segala fasilitas yang ada di Rusunawa Kepanjen telah siap menampung para pekerja migran asal Kabupaten Malang.

Tenaga kesehatan didatangkan langsung dari Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Didik menegaskan tidak ada tambahan baru kasus Covid-19 varian omicron di wilayahnya.

"Kasus Covid-19 memang masih ada sehingga perlu kami lakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan,” jelas Didik.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Industri Galangan Kapal Perlu Perhatian Pemerintah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo belum mengkonfirmasi kedatangan pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Malang terbaru.

Saat ini Rusunawa Kepanjen masih merawat pasien Covid-19 warga lokal Kabupaten Malang.

Arbani juga memastikan belum ada warga Kabupaten Malang yang terkonfirmasi terjangkit varian omicron selain warga berinisial L asal Banjararum, Singosari yang sudah sembuh.

Baca juga: Janin Bayi Usia 6 Bulan Dibuang di Sungai Kupang Krajan Surabaya, Ditemukan Warga saat Kerja Bakti

Terkait penanganan penyembuhan pasien omicron, Arbani menjelaskan tidak ada perbedaan berarti.

"Sama, pengobatannya dengan Covid-19. Tidak ada bedanya. Terkait pencegahan testing dan tracing menjadi hal yang wajib. Begitu penanganan kami sejauh ini. Soal sample jika ada dicurigai langsung dikirim ke RS Unair Surabaya," tutup Arbani singkat.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved