Sabtu, 11 April 2026

Berita Surabaya

Kasus Demam Berdarah Dengue di Jawa Timur Melonjak Hingga 977 Kasus

Berdasarkan data Dinkes Jatim, selama 1-24 Januari 2022 ada sebanyak 977 orang yang terkena DBD.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/david yohannes
Fogging yang dilakukan Dinkes Tulungagung di lingkungan yang terjadi penularan DBD. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur (Jatim) terpantau mengalami lonjakan.

Berdasarkan data Dinkes Jatim, selama 1-24 Januari 2022 ada sebanyak 977 orang yang terkena DBD.

Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan Januari 2021 terdapat sebanyak 668 kasus.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono memaparkan berdasarkan data tersebut kasus terbanyak tercatat di Kabupaten Bojonegoro dengan 112 orang terjangkit.

"Disusul Kabupaten Nganjuk 72 orang, Malang 66 orang, Ponorogo dan Sidoarjo masing-masing 53 orang," urainya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang meninggal dunia.

Baca juga: Update Perahu Terbakar di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Tiga ABK Alami Luka Bakar

Kematian DBD tertinggi hingga 24 Januari 2022, Pamekasan tiga orang, Bojonegoro dua orang, Nganjuk dua orang, Bangkalan satu orang dan Kediri satu orang.

Iapun mengajak agar tidak melupakan bahaya DBD. Meski sekarang ini fokus pada COVID-19 varian Omicron.

Menurutnya preventif, promotif jauh lebih efektif terkait dengan penanganan DBD.

"Dalam hal ini 3M dikunci untuk mencegah jangan sampai kasusnya membludak atau meningkat," ujarnya, Rabu (26/1/2022).

Kemudian, sambung Erwin, edukasi menjadi pilihan terbaik.

Baca juga: Ratusan Anggota Polres Blitar Kota Jalani Vaksinasi Covid-19 Booster

Karena demam berdarah tidak lepas dari faktor utamanya nyamuk.

Sehingga ke depan, edukasi ke masyarakat terkait 3M menjadi kunci terbaik

"Dimaksimalkan penggunaan fogging atau abate tapi sesuai indikasi. Indikasi terbaik fogging adalah ketika ada pasien di situ. Bisa dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Sedangkan abate untuk jentik-jentiknya," pungkasnya.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved