Berita Surabaya

Kerja Sama Muhammadiyah dengan Pemerintah Australia, Dampingi Guru untuk Tingkatkan Literasi Siswa

Kemitraan Muhammadiyah dengan program lnovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) terus dilakukan untuk penguatan kualitas pendidikan

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Direktur INOVASI, Joanne Dowling dalam Pemantauan Bersama untuk Program Penguatan Literasi dan Numerasi Kelas Awal di Muhammadiyah 5 Surabaya, Selasa (25/1/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kemitraan Muhammadiyah dengan program lnovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) terus dilakukan untuk penguatan kualitas pendidikan dan meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada bidang literasi dan numerasi di kelas awal.

Berdasarkan inovasi Jatim yang menjalin mitra dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim akan menangani 4 program yaitu literasi, numerasi, inklusi dan kelas rangkap.

Direktur INOVASI, Joanne Dowling mengungkapkan, setelah melihat keberhasilan kerja sama yang dilakukan pada fase 1 (2019-2020) yang menunjukkan peningkatan pada kemampuan mengajar guru.

Kemudian berdampak pula pada keterampilan belajar siswa, program hibah INOVASI dllanjutkan bersama Muhammadiyah pada fase 2 (2021-2022).

"MeIaIui kemitraan Muhammadiyah dengan program INOVASI, cara-cara baru untuk meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi kelas awal dllaksanakan di 40 SD/Ml yang tersebar di 6 kabupaten dan kota. Yakni Sidoarjo, Malang, Gresik, Lamongan, Surabaya dan Ponorogo," ujar Joanne dalam Pemantauan Bersama untuk Program Penguatan Literasi dan Numerasi Kelas Awal di Muhammadiyah 5 Surabaya, Selasa (25/1/2022).

Di fase 2 ini, program dilaksanakan untuk peningkatan literasi di 7 SD dan 15 Ml. Sementara untuk numerasi, di 9 SD dan 9 MI.

"Setelah satu tahun program peningkatan literasi dan numerasi diimplementasikan, upaya ini mulai menunjukkan hasil yang positif dan kemajuan yang signifikan terhadap sekolah-sekolah mitra di 6 kabupaten/kota di Jatim," lanjut Joanne.

Sejumlah praktik baik pembelajaran, telah dikembangkan dan diimplementasikan langsung di kelas, seperti disaksikan oleh pemangku kepentingan yang hadir pada kegiatan pemantauan ini.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah mengungkapkan, sebelum adanya pembelajaran kerja sama dengan pemerintah Australia, sekolah hanya menitikberatkan pada materi klasikal.

"Dengan pembelajaran yang berfokus pada praktek siswa justru bisa lebih aktif dan kreatif, lantaran pembelajaran menyenangkan sesuai denga minat siswa," lanjutnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved