Di Hadapan 2.655 Prajurit TNI AD, Jenderal Dudung Sebut Kelompok Radikal Masuk di Elemen Mahasiswa

Di hadapan 2.655 prajurit TNI AD yang ikuti Apel Gelar Pasukan, KSAD Jenderal Dudung menyebut kelompok radikal memasuki berbagai elemen masyarakat.

Editor: Iksan Fauzi
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat berkunjung ke Papua. Bukti Jenderal Dudung Prioritaskan Prajurit yang Hadapi KKB Papua. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Di hadapan 2.655 prajurit TNI AD yang mengikuti Apel Gelar Pasukan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyebut kelompok radikal telah memasuki sejumlah elemen masyarakat.

Di antara elemen atau kelompok masyarakat yang telah dirasuki paham radikal adalah kelompok mahasiswa.

Hal itu diketahui Dudung dari hasil Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan Tahun 2022 beberapa waktu lalu.

"Oleh karena itu, komandan (satuan) sudah menentukan langkah antisipasi, kewaspadaan agar prajurit kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi," ujar Dudung dalam amanatnya, Selasa.

Sebagai langkah antisipasi, Dudung memerintahkan agar seluruh elemen TNI AD peka terhadap perkembangan kelompok radikal tersebut.

Hal itu mesti dilakukan, sebab perkembangan kelompok radikal saat ini bisa terjadi hanya dalam waktu hitungan menit saja.

"Oleh karena itu, jangan ragu, harus tahu tempat sampai koordinat di mana kelompok radikal berada. Hingga suatu ketika nanti saatnya yang tidak memungkinkan kalian tahu di mana," tegas eks Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

Dudung juga meminta prajurit TNI AD untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Menurut dia, momen pembinaan bisa menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman bahwa kelompok radikal bisa merusak kesatuan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyampaikan, posisi prajurit TNI AD sangat strategis.

Karena itu, ia meminta prajurit TNI AD tidak ragu menghadapi situasi apa pun.

"Jangan kita terbuai dengan tugas pokok menghadapi ancaman dari luar yang paling mungkin adalah ancaman dari dalam," imbuh dia.

Apel Gelar Pasukan diikuti oleh prajurit dari Satuan Tempur jajaran Kostrad dan Kopassus serta Kodam Jaya/Jayakarta yang berada di wilayah Jabodetabek, di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Apel Gelar Pasukan tersebut dalam rangka mengecek kesiapsiagaan serta mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis, baik lingkup global, regional, maupun nasional yang berkembang sangat dinamis dan kompleks.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved