Berita Banyuwangi

PTM di Banyuwangi Kembali 50 Persen, Bupati Ipuk Minta Sekolah Rutin Evaluasi

Setelah dilakukan evaluasi, PTM di Banyuwangi kembali dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat meninjau pelaksanaan PTM di SDN 1 Kebalenan Banyuwangi, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Sekolah-sekolah di Banyuwangi sempat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Setelah dilakukan evaluasi, PTM di Banyuwangi kembali dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan PTM di sekolah, mulai pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Satgas dan lainnya untuk rutin melakukan evaluasi pelaksanaan PTM.

"Semuanya harus saling evaluasi di sekolah masing-masing. Kami juga selalu evaluasi. Sekolah yang lemah penerapan protokol kesehatannya, saya minta ditunda pelaksanaan PTM-nya," kata Bupati Ipuk, Jumat (21/1/2022).

Bupati Ipuk mengatakan, protokol kesehatan di sekolah tetap harus dilaksanakan.

Bupati Ipuk juga meminta kepada masyarakat dan para wali murid juga turut mengawasi pelaksanaan PTM yang dilaksanakan di sekolah.

"Apabila kami temukan ada sekolah yang longgar protokol kesehatannya, akan kami tunda pelaksanaan PTM-nya," tegas Bupati Ipuk.

Apalagi saat ini, kasus Covid-19 varian Omicron sudah terdeteksi di beberapa wilayah di Indonesia.

Ditambahkan Plt Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, sebelum kasus Omicron terdeteksi di beberapa wilayah di Indonesia, PTM di Banyuwangi telah kembali menerapkan PTM 50 persen.

“Sebelum ada temuan kasus di beberapa daerah, setelah seminggu pertama penerapan PTM 100 persen, kami telah melakukan verifikasi, validasi, terutama keterlaksanaan protokol kesehatan,” kata Suratno.

Berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi, menurut Suratno, PTM 100 persen yang sempat berjalan tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Karena itu, Pemkab Banyuwangi pada minggu kedua Januari lalu, telah mengeluarkan Surat Edaran untuk kembali melakukan pembatasan proses pembelajaran 50 persen.

Untuk teknis pelaksanaan PTM, menurut Suratno bisa menggunakan Shift 1 - Shift 2, atau menggunakan metode blended learning (campuran), yakni separuh daring dan separuh luring.

"Tempat duduk siswa juga diatur dengan jarak 1,5 meter atau lebih pada masing-masing anak. Pengaturan penggunaan masker juga lebih dikontrol lagi," kata Suratno.

Selain penerapan protokol kesehatan, Suratno mengatakan, juga terus menggencarkan capaian vaksinasi pada anak.

Saat ini, capaian vaksinasi anak hampir mencapai 100 persen. Banyuwangi menargetkan akhir bulan Januari vaksinasi anak bisa 100 persen.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved