Senin, 20 April 2026

Berita Pasuruan

Bupati Pasuruan Didesak Evaluasi Posisi Kadispendikbud, Ketua DPRD : Pidatonya Tidak Bermoral

Pantasnya, omongan itu keluar dari mulut kepala preman, karena tidak bermoral dan tidak intelektual," tegas Mas Dion.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan (kiri), mengecam pidato tak beretika Hasbullah (kanan) yang baru diberi amanah menjadi Kepala Dinas Pendidikan yang baru. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kecaman terhadap Hasbullah, yang melontarkan pidato intimidatif saat baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Pasuruan, Senin (17/1/2022) terus berdatangan. Tidak main-main, sampai Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan mendesak agar Bupati Pasuruan mengevaluasi posisi Hasbullah sekarang.

Sudiono mengaku sangat prihatin dan menyayangkan materi pidato dan cara Hasbullah menyampaikannya di depan publik. Selain tidak pantas, arogan dan provokatif, pidato itu disampaikan di depan para pendidik.

"Saya minta Bupati Pasuruan mengevaluasi saudara Hasbullah. Saya pribadi sangat prihatin dan menyayangkan statement di ruang publik Kadispendik Kabupaten Pasuruan yang baru saja dilantik itu," kata legislator yang disapa Mas Dion itu, Rabu (19/1/2022) malam.

Sebelumnya, pidato Hasbullah viral di media sosial. Dalam pidato itu, ia menebar ancaman kepada wartawan dan LSM yang menganggunya, termasuk kepala sekolah SD dan SMP di Pasuruan dengan frasa 'mati'.

Mas Dion mengatakan, sangat tidak elok seorang kepala OPD yang menaungi para pendidik, kaum intelektual dan akademisi, malah memberi contoh ucapan dan perilaku sarkastik.

"Saya kira, omongan itu tidak pantas keluar dari mulut seorang Kepala Dinas Pendidikan. Pantasnya, omongan itu keluar dari mulut kepala preman, karena tidak bermoral dan tidak intelektual," tegas Mas Dion.

Menurutnya, seorang kepala dinas pendidikan seharusnya menyampaikan pidato yang bisa memberikan uswah hasanah, budi pekerti luhur, baik sikap, perilaku, ucapan yang santun, sejuk dan mengayomi.

"Guru itu digugu dan ditiru. Jadi saya kira pidato yang disampaikan Hasbullah tidak bisa digugu dan ditiru. Saya akan meminta bupati untuk mengevaluasi kejadian ini. (Ucapan) itu tidak bermoral dan beretika sekali," tambahnya.

Tidak Meminta Maaf

Diberitakan sebelumnya, khalayak di Kabupaten Pasuruan dikagetkan beredarnya potongan video yang menunjukkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berpidato bernada intimidatif dan berbau ancaman.

Video tersebut menjadi viral di beberapa grup media sosial (medsos) dan grup whatsApp (WA) karena pelakunya adalah Hasbullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) yang baru.

Dari penelusuran, video itu diambil di Dispendik Kabupaten Pasuruan dan Hasbullah baru dilantik oleh Bupati Pasuruan, Senin (17/1/2022) lalu. Tidak disebutkan, apakah Bupati Pasuruan mengetahui pidato bawahannya tersebut.

Tetapi dalam pidatonya itu, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu memang membuat pernyataan yang memprihatinkan dan tidak etis sebagai pejabat publik.

Di antara petikan pidatonya itu, Hasbullah meminta perwakilan kepala sekolah agar tidak takut kepada siapapun yang mengganggu kepemimpinannya, termasuk para LSM atau wartawan.

"Katek ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolahan ati-ati. Mati awakmu engkok yo! kepala sekolah semuanya ga usah takut sama LSM, sama siapa, wartawan. Ini perwakilan e iki ya. Iki nyoting, grup golongan wartawan LSM sebarin ya. Ojo sampek ganggu dadi mati," begitu pernyataan Hasbullah yang notabene menjadi pimpinan di dinas yang menangani pendidikan.

Orasi yang disampaikan Hasbullah pun mendapatkan tepuk tangan para guru dan kepala sekolah yang datang ke Kantor Disdik Kabupaten Pasuruan untuk menyambut kedatangan.

Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka), Lujeng Sudarto mengecam keras arogansi Kadisdik baru tersebut. Sebagai seorang pejabat, Hasbullan disebutnya sangat tidak etis berbicara seperti itu.

Apalagi, kata Lujeng, materi pidato yang disampaikan di depan publik itu memiliki kecenderungan untuk mengintimidasi kelompok civil society, dan kebebasan pers di Pasuruan.

"Ini sangat tidak etis dan arogan, apalagi menebar ancaman. Harus ada sikap bersama dari kalangan pers dan pegiat LSM di Pasuruan. Pejabat yang anti kritik seperti itu sebaiknya pakai headset," tegas Lujeng, Rabu (19/1/2022).

Lujeng menyebut, bersama sejumlah pegiat NGO dan pers akan menyampaikan nota protes kepada Bupati Pasuruan. Selain itu, karena pidato Hasbullah mengandung unsur pidana pengancaman, kasus itu juga dibawa ke ranah hukum.

Arie Yoenianto, salah satu tim advokasi PWI Jawa Timur mengatakan, apa yang dilakukan pejabat seperti itu sudah menunjukkan adanya bibit-bibit anti kritik. "Dan ini upaya untuk mematikan kebebasan pers," kat Arie.

Sam Oen, sapaan akrabnya mengatakan, tidak semua kritik yang disampaikan pers selalu buruk, karena ada juga kritik yang membangun untuk kemajuan dan kebaikan dunia pendidikan di Pasuruan.

"Sekali lagi, bibit - bibit anti kritik ini harus dilawan. Apalagi yang disampaikan dalam pidato itu, yang mengganggu pendidikan termasuk wartawan, akan mati. Kalau sudah mengancam, berarti ia (Hasbullah) mengedepankan tangan besi," sambung pria yang pernah menjabat Ketua PWI Pasuruan itu.

Saat dikonfirmasi, Hasbullah masih terkesan arogan bahkan tidak terlontar pernyataan meminta maaf. Ia berdalih bahwa pernyataan itu adalah bagian dari upaya membangun motivasi kepada para kepala sekolah SD dan SMP yang selama ini takut.

Menurutnya, selama ini banyak ancaman yang diterima kepala sekolah SD dan SMP di Pasuruan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan mengganggu. Anehnya, kali ini Hasbullah menegaskan bahwa (oknum) yang mengganggu ini bukan dari kalangan LSM ataupun wartawan.

Menurutnya, kalau wartawan dan LSM hanya melakukan fungsi kontrol yang mereka miliki untuk kemajuan dunia pendidikan di Pasuruan.

"Tujuan orasi itu hanya untuk memberikan semangat mas, kepada kepala sekolah, dan katanya memang imajiner. Terima kasih, saya sebagai pimpinan kalau ada masalah komunikasi dan koordinasi demi kebaikan pendidikan," katanya saat dihubungi melalui pesan singkat. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved