Jelang Musda, Emil Dardak dan Bayu Airlangga Kandidat Kuat Calon Ketua Demokrat Jatim

Dua nama figur hingga saat ini terus mencuat dan berpeluang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil dan Bayu Airlangga

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Rudy Hartono
surya.co.id/bobby kolloway
Bayu Airlangga (kiri) bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Emil Dardak dalam sebuah acara di Kota Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id|SURABAYA - Dua nama figur hingga saat ini terus mencuat dan berpeluang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Keduanya adalah Plt Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak dan Plt Sekretaris Bayu Airlangga.

Pengamat politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo mengatakan, keduanya sama-sama memiliki kelebihan secara politik. Kedua figur muda tersebut dianggap sama-sama punya kapasitas dan peluang.

"Saya rasa masing-masing punya potensi dan kelebihan," ungkap Mochtar saat dihubungi dari Surabaya, Senin (17/1/2022).

Untuk Emil Dardak misalnya, figur Wagub itu punya tingkat popularitas yang tinggi. Setidaknya itu tergambar dalam hasil berbagai lembaga survei. Emil masuk di jajaran tokoh di Jawa Timur.

"Kedua, Mas Emil punya pengalaman dan prestasi yang sudah ia capai baik ketika menjadi Bupati Trenggalek, atau ketika Wakil Gubernur saat ini,"

Hal ini dinilai menjadi kelebihan Emil dari sisi figur. Disamping, selama beberapa waktu terakhir suami Arumi Bachsin itu dipercaya sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.

Sementara itu, Bayu Airlangga juga dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Bayu yang anggota DPRD Jatim itu tidak bisa serta merta dilepaskan dari sosok Soekarwo (Pakde Karwo), mertuanya.

Bayu dianggap representasi dan mewarisi jaringan Pakde Karwo di Partai Demokrat di Jawa Timur. "Jejaring Pakde Karwo secara politik dan sosial, di Jawa Timur. Secara langsung atau tidak, sedikit atau banyak itu akan ditransfer ke Mas Bayu," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Mochtar, semua ada pada Partai Demokrat. Figur seperti apa yang ingin didaulat memimpin DPD Partai Demokrat Jatim ke depan. "Karena masing-masing figur ini punya kekuatan dan kelebihan," jelasnya.

Melihat kekuatan besar Jawa Timur dalam konteks Demokrat secara nasional, Mochtar meyakini pertimbangan matang akan dilakukan didalam memutuskan nama ketua DPD.

"Jawa Timur sangat strategis, bukan hanya sebagai lumbung suara Demokrat tapi juga sebagai barometer politik nasional," urainya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved