Minggu, 12 April 2026

Berita Lamongan

Ternak Sapi Perah Tak Diminati, Peternak di Kabupaten Lamongan Pilih Beternak Sapi Pedaging

Para peternak mengaku masih untung memelihara beternak sapi pedaging dibanding sapi perah.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi ternak sapi pedaging 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Peminat susu sapi perah di Jawa Timur masih cukup tinggi.

Namun nyatanya hal ini tak membuat peternak di Kabupaten Lamongan tergiur.

Para peternak sapi di Lamongan cenderung memilih beternak sapi pedaging.

Kasi Pembibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Raolan mengungkapkan, sebelumnya di Lamongan pernah dibudidayakan ternak sapi perah, namun hasil produksinya dinilai kurang maksimal.

Para peternak mengaku masih untung memelihara beternak sapi pedaging dibanding sapi perah.

"Bukan berarti kita tidak minat untuk mengisi peluang kebutuhan susu sapi di Jawa Timur, tapi karena terhalang oleh kondisi dan lingkungan di Lamongan yang kurang mendukung, yakni terkait kondisi suhu," ungkap Raolan, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, ternak sapi perah yang sempat dibudidayakan hanya ada beberapa ekor.

Baca juga: Mulai Besok, Pelaksanaan Vaksin Booster di Kota Blitar Diprioritaskan untuk Lansia

Di antaranya 5 ekor sapi di dusun Kucur, Sidomukti Lamongan, 15 ekor sapi di Kecamatan Mantup, dan 6 ekor sapi di Kecamatan Sukorame.

"Populasinya cukup kecil, dan tidak banyak diminati para peternak di Lamongan," katanya.

Dengan hasil produksinya yang tak maksimal, kata Raolan, ternak sapi perah tak bertahan lama.

Sehingga, peternak sapi Lamongan tidak ada yang tertarik dan lebih memilih kepada sapi pedaging.

Pihaknya tidak bisa menyalahkan peternak, karena itu pilihan dan berpulang pada keuntungan yang didapat.

Baca juga: Bupati Mas Ipin : Tak Ada Kontak Erat Pasien Positif Omicron di Kabupaten Trenggalek

Raolan menjelaskan, kurang minatnya para peternak di Lamongan untuk menggeluti ternak sapi perah itu juga disebabkan kondisi iklim dan cuaca di Lamongan yang kurang mendukung perkembangan sapi perah.

Tak cukup itu, dari segi efisiensinya pun Lamongan masih kalah.

Jika dilihat dari sisi keunggulan komparatifnya, Lamongan kalah dengan daerah beriklim dingin, sehingga dari keunggulan kompetitifnya juga kalah.

"Di satu sisi peluang pasar memang ada. Tetapi, kita harus menyadari bahwa untuk iklim di Lamongan cenderung panas. Sehingga, untuk produksi susu sapi perah kita kalah dibanding daerah yang lebih dingin," kata Raolan.

Sebagai informasi, dari kebutuhan susu sapi perah di Jawa Timur yang mencapai 2 ribu ton susu, peternak sapi lokal Jawa Timur baru mampu memenuhi sekitar 1.400 ton.

Sehingga, sisa kebutuhan untuk 600 ton susu sapi itu masih dipenuhi dari produk impor.

BACA BERITA LAMONGAN LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved