Berita Bulutangkis
Respon PP PBSI Soal Kabar Pencoretan Praven/Melati dari Pelatnas Indonesia
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti disebut-sebut bakal terkena degredasi dari pelatnas PBSI
SURYA.co.id - Pelatnas PBSI baru saja selesai menggelar seleksi nasional (Seleknas) guna mempersiapkan penghuni tim baru. Sistim promosi dan degredasi tim Pelatnas PBSI pun segera diberlakukan, termasuk pencoretan pemain yang dinilai tak berprestasi.
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti disebut-sebut bakal terkena degredasi dari pelatnas PBSI.
Rumor pencoretan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sudah terdengar sejak Desember 2021, tapi kini makin kencang terdengar.
Kabar pencoretan Jordan/Melati Daeva Oktavianti cukp mengejutkan. Ini mengingat status mereka merupakan pasangan ganda campuran terbaik Indoensia dan menempati ranking 5 dunia.
Tapi performa Jordan/Melati Daeva Oktavianti minor sepanjang 2021.
Gloria Emanuelle Widjaja yang berpasangan dengan Hafiz Faizal juga ikut diisukan terkena degradasi pada tahun ini.
Performa Hafiz/Gloria juga tergolong kurang memuaskan pada 2021 di mana mereka gagal lolos pada kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Polemik seputar promosi dan degradasi pelatnas PBSI kembali muncul setelah berakhirnya Seleksi Nasional (Seleknas) pada Sabtu (15/1/2022) lalu.
Unggahan Melati di akun Instagramnya pada Minggu (16/1/2022) malam, turut memanaskan spekulasi mengenai masa depannya.
Atlet asal Banten itu membagikan foto bersama pelatih dan tim ganda campuran pelatnas disertai keterangan "New Chapter" atau babak baru.
Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, sudah memberi tanggapannya mengenai masalah ini.
Di sela-sela penutupan Seleknas, Agung mengatakan bahwa kinerja atlet menentukan posisi dalam promosi dan degradasi tahun ini.
Peringkat disebut Agung juga tidak menjadi jaminan atlet pelatnas saat ini aman dari ancaman degradasi.
"Degradasi termasuk pada yang sudah punya ranking, tentunya seperti itu," ungkap Firman.
"Semua itu akan tergantung pada kinerja atletnya. Kinerja atletnya harus bagus, kemudian mereka harus menampilkan prestasi yang baik, yang membanggakan."
Agung menyinggung bagaimana atlet pelatnas mendapat beragam fasilitas dari negara sehingga harus diimbangi dengan prestasi yang membanggakan.
"Kan negara ini harus investasi untuk mereka. Bukan hanya negara tapi swasta juga harus investasi, ikut di dalamnya," sambung Firman.
"Kita akan berinvestasi pada mereka yang pantas untuk terus diinvestasikan. Menjaga nama kita, memberikan prestasi yang baik," ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, masih enggan berkomentar soal isu pencoretan Praveen/Melati.
"Nanti kalau sudah ada SK (surat keputusan, red) saya baru bisa berkomentar," kata Rionny, dikutip dari Kompas.com.
"Saya tidak bisa bilang mereka didegradasi karena SK belum ada dan kami masih ada pembicaraan lagi," sambungnya.
Keputusan akhir promosi dan degradasi direncanakan akan diumumkan kepada publik pada akhir Januari ini.
"Target diumumkan Januari ini," kata Agung.
"Akhir Januari sudah beres, publik sudah akan tahu siapa-siapa saja yang terdegradasi dan dipromosikan," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pasangan-ganda-campuran-praveen-jordanmelati-daeva-oktavianti-di-jadwalkan-bertanding.jpg)