Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jember

Bupati Jember Mengaku Rumahnya Kebanjiran Setiap Tahun, Tetapi Luapan Kali Jompo Ini Terparah

Hendy sempat menengok rumah pribadinya ketika air menggenang. Ketika itu yang ada di rumah pribadinya hanya anak sulungnya.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
Bupati Jember Mengaku Rumahnya Kebanjiran Setiap Tahun, Tetapi Luapan Kali Jompo Ini Terparah - rumah-bupati-jember-kena-banjir-1.jpg
surya/sri wahyunik
Banjir mengepung rumah Bupati Jember akibat luapan sungai Jompo, Senin (17/1/2022).
Bupati Jember Mengaku Rumahnya Kebanjiran Setiap Tahun, Tetapi Luapan Kali Jompo Ini Terparah - rumah-bupati-jember-kena-banjir2.jpg
surya/sri wahyunik
Banjir yang melanda rumah Bupati Jember telah surut setelah ditangani petugas, Senin (17/1/2022).

SURYA.CO.ID, JEMBER - Banjir yang melanda permukiman di sepanjang Kali Jompo yaitu ampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, seperti menjadi mimpi buruk bagi Bupati Jember, Hendy Siswanto.

Banjir menggenangi halaman rumahnya sampai setinggi 1 meter meski akhirnya surut, Senin (17/1/2022) malam, setelah disedot oleh petugas BPBD Jember dan Tagana Jember.

Setelah air disedot, petugas pemadam kebakaran menyemprot lumpur sisa banjir. Banjir kali ini terbilang paling parah. Bahkan Bupati Hendy menyebut, banjir ini yang terparah selama 10 tahun terakhir.

"Setiap tahun rumah saya ini kebanjiran, tetapi yang sekarang paling parah selama 10 tahun terakhir. Tahun lalu juga banjir, tapi lebih kecil," ujar Bupati Hendy.

Hal ini pula yang membuatnya sedih. Selain rumahnya, sekitar 30 rumah di sekitarnya juga terdampak. Bahkan ada empat KK yang mengungsi ke rumah tetangga karena rumah terendam.

Rumah Bupati Hendy berlokasi di Kampung Ledok. Permukiman itu berdekatan dengan Kali Jompo. Kebetulan Senin (17/1/2022), debit Kali Jompo meninggi, begitu juga selokan di permukiman rumah pribadi Bupati Hendy.

Luapan sungai dan selokan bertemu sehingga menggenangi kawasan rumah bupati sampai setinggi 1 meter. Saat rumahnya tergenang, bupati dan istri berada di rumah dinas yakni Pendapa Wahyawibawagraha.

Hendy sempat menengok rumah pribadinya ketika air menggenang. Ketika itu yang ada di rumah pribadinya hanya anak sulungnya.

Banjir menggenangi lantai satu rumah tersebut. Dapur rumah pribadinya dipenuhi lumpur. Rumah anak sulungnya juga terendam, sehingga sejumlah barang basah. "Malam ini kami membantu tetangga dengan makanan siap saji. Dilanjutkan dengan pembersihan bersama," imbuhnya.

Sampai pukul 21.00 WIB, petugas gabungan masih membersihkan beberapa permukiman di Kampung Ledok, juga rumah bupati. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved