Breaking News:

Berita Pasuruan

Warga NU Mendukung Gus Ipul Tetap Jadi Wali Kota Pasuruan, Simak Alasannya

Gelombang dukungan kepada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf yang diamanahkan menjabat sebagai Sekjen PBNU terus berdatangan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Sejumlah warga NU berkumpul dan mendukung Gus Ipul untuk tetap menjadi Wali Kota Pasuruan sekalipun baru saja mendapatkan amanah dan kepercayaan sebagai Sekjen PBNU. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Gelombang dukungan kepada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang diamanahkan menjabat sebagai Sekjen PBNU terus berdatangan.

Moch Mansur, mantan Ketua PC Ansor Kota Pasuruan 2000 - 2010 mengatakan, bagi orang yang waras seharusnya masyarakat Kota Pasuruan bangga jika wali kotanya dipercaya menjadi Sekjen PBNU.

"Saya sebagai warga NU tidak sepakat dengan pihak-pihak yang mendesak Gus Ipul mundur sebagai wali kota karena baru saja diangkat sebagai Sekjen PBNU. Ini pola pikir yang salah," katanya, Sabtu (15/1/2021)

Dia menyebut, Gus Ipul menjadi Sekjen PBNU itu justru akan membawa keuntungan bagi Kota Pasuruan. Salah satunya, Kota Pasuruan berpeluang dilirik investor dan bisa mendapatkan perhatian Nasional.

"Syukur-syukur misal ada bantuan dari pusat yang bisa diusahakan maksimal agar turun ke Kota Pasuruan. Aktif di NU adalah sebuah pengabdian," kata pria yang pernah dua periode memimpin Ansor Kota Pasuruan itu.

Disampaikan dia, bagi Gus Ipul, merangkap jabatan di NU adalah hal yang sudah dijalani puluhan tahun. Dulu saat menjabat menteri juga merangkap menjadi Ketum GP Ansor.

Hal itu juga dilakukannya saat menjabat Wakil Gubernur yang juga merangkap Ketum GP Ansor. Saat awal menjabat Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul juga sedang menjabat sebagai Ketua PBNU.

"Jadi apa yang salah? Selama ini Gus Ipul juga baik-baik saja dan bisa membagi waktu dengan baik. Program pembangunan juga terus jalan untuk Kota Pasuruan menjadi Kota Madinah," jelasnya.

Dia juga menyampaikan, Khofifah Indar Parawansa juga merangkap sebagai Ketua Umum Muslimat sekaligus Gubernur Jawa Timur. Dan hal itu tidak masalah, karena keduanya bisa dijalankan.

"Jadi sekali lagi, bagi kader NU, merangkap jabatan di NU adalah sebuah hal yang biasa. Saya malah curiga kepada pihak yang tiba-tiba mempersoalkan rangkap jabatan ini," tambahnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved