Berita Jombang

UPDATE Anak Kiai Jombang Buronan Polisi, ISNU Minta Tersangka Pencabulan Santriwati Itu Gentlement

Tersangka pencabulan terhasap santriwati sekaligus anak kiai Jombang, Much Subchi Azal Tzani (MSAT, 39) jadi buronan polisi dan diminta gentlement.

Kolase Istimewa/SURYA.co.id
Much Subchi Azal Tzani alias MSAT, anak kiai Jombang buronan polisi setelah mangkir dari beberapa panggilan. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Tersangka pencabulan terhasap santriwati sekaligus anak kiai Jombang, Much Subchi Azal Tzani (MSAT, 39) ditetapkan jadi buronan polisi dan diminta gentlement.

Mangkirnya MSAT yang diduga telah mencabuli santriwait berusia 15 tahun itu mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Apalagi, ada indikasi perlawanan dengan menggunakan massa. Hal itu tampak terlihat saat sejumlah anggota Polda Jatim mengirimkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada MSAT, namun diadang massa.

Pengadangan yang terjadi pada Kamis (13/1/2022) itu terekam dalam video dan viral di media massa. Massa yang mengadang dari kalangan santri dan jamaah Shiddiqiyah.

Setelah tak menemui langsung MSAT, anggota Polda Jatim itu pun kembali. Namun, Polda Jatim kemudian menetapkan MSAT sebagai buronan polisi kasus pencabulan.

Kini, sorotan datang dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim. Wakil Ketua ISNu Jatim sekaligus pengasuh pesantren, KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Han.

"Siapapun pelakunya, dia adalah warga negara Indonesia. Sehingga, memiliki kewajiban untuk mentaati aturan hukum positif yang berlaku,” kata Gus Hans, Sabtu (15/1/2022).

Gus Hans menilai tidak arif masalah individu dikaitkan dengan lembaga atau institusi tertentu. Termasuk, dengan keterlibatan pesantren.

“Kita tidak boleh melembagakan permasalahan personal. Jangan membawa bawa bawa institusi hanya untuk melindungi tindakan yang dilakukan oleh orang per orang. Walaupun orang tersebut memiliki ‘saham atau jasa’ yang besar dalam institusi tersebut," tegasnya.

Keterlibatan lembaga hanya akan membenturkan antar sesama masyarakat. Ini akan menimbulkan permasalahan sosial masyarakat berkepanjangan.

"Kita jadi teringat kasus Suni-Syiah beberapa waktu lalu yang ternyata 'hanya' berawal dari perselisihan keluarga saja. Kemudian, ini menjadi isu nasional hingga berujung pengusiran,” kata Dewan Penasihat PW GP Ansor Jatim ini.

Buronan polisi

MSAT resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan Polda Jatim. Polisi menilai MSAT tidak kooperatif. Dia berkali-kali mangkir dari proses penyidikan.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menegaskan, setelah diterbitkannya surat DPO atas nama MSAT, pihaknya akan menjemput paksa tersangka dari tempat dirinya berada.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved