Breaking News:

Berita Lumajang

Jembatan Supiturang di Lereng Semeru Putus Dihantam Banjir

Intensitas curah hujan tinggi kemarin sore (13/1/2022), mengakibatkan debit air Sungai Samok meningkat.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Rudy Hartono
surya/toni hermawan
Kondisi jembatan di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan ambrol pasca Sungai Samok dilanda banjir. 

SURYA.co.id|LUMAJANG - Masyarakat lereng Gunung Semeru di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo terus-terusan diuji bencana. Intensitas curah hujan tinggi kemarin sore (13/1/2022), mengakibatkan debit air Sungai Samok meningkat. Sampai-sampai membuat jembatan di Dusun Supiturang terputus.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, ambrolnya jembatan terjadi sekitar pukul 14.30. Walhasil, kendaran roda dan dua tak bisa lagi melintas. Kini warga atau relawan yang hendak menuju Dusun Supiturang harusmelalui jalan pintas lain dengan jarak cukup jauh.

Warga berencana bergotong-royong memperbaiki jembatan secara darurat. Batang-batang pohon kelapa ditata di atas jembatan yang putus. Diharapkan setelah jadi, minimal sepeda motor dapat kembali melintas.

Ahmad Zainuddun salah seorang warga mengatakan, pasca jembatan tersebut rusak mobilitas relawan menjadi terhambat. Sebab, selama ini bangunan itu menjadi akses utama penghubung antara Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan.

"Aktivitas masyarakat ke Curah Kobokan untuk melihat dan mengecek rumah ya jalan satu-satunya ini. mangkannya kami kebut untuk perbaikan," kata Ahmad.

Kini kondisi banjir sudah surut. Namun peristiwa kemarin membuat warga menjadi was-was. Dikhawatirkan sungai itu menjadi aliran baru banjir lahar, ketika puncak Gunung Semeru diguyur hujan lebat.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo menjelaskan, kawasan lereng belakangan ini kerap diguyur hujan karena dampak fenomena hidrometeorologi. Hidrometeorologi adalah cuaca ekstrem yang dipicu oleh kondisi iklim.

Hidrometeorologi berisiko banjir bandang dan tanah longsor. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat menjauhi sungai jika terjadi hujan.

"Kami selalu mengimbau dalam situasi siaga terutama hidrometeorologi jika mendung atau  sudah hujan segera hindari daerah aliran sungai. Karena sewaktu-waktu berpotensi adanya lahar dingin. Makanya terus tingkatkan kewaspadaan karena hujan bisa sewaktu-waktu datang dibarengi lahar dingin," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved