Breaking News:

Berita Lamongan

Gelar Festival Budaya, Cara FKIP Universitas Islam Lamongan Kenalkan Budaya dan Ekonomi Lokal

Melalui festival ini diharapkan akan memberikan makna kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar Festival Budaya, Sabtu (15/1/2022) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) berupaya mengenalkan budaya dan potensi ekonomi lokal melalui gelaran Festival Budaya, di awal tahun 2022.

"Acara ini kita gelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya multikulturalisme dalam pembangunan bangsa," kata Kaprodi Bahasa Inggris, Dian Luthfiyanti, Sabtu (15/1/2022).

Melalui festival ini diharapkan akan memberikan makna kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Pihaknya optimistis, melalui media festival ini mahasiswa akan lebih bisa menghargai keragaman, perbedaan, toleran, dan sikap terbuka. Apalagi masyarakat di Indonesia ini sangat heterogen.

Lebih lanjut Dian menambahkan, bahwa pendidikan tak hanya sekadar mengajarkan melalui materi kuliah dengan duduk manis di kursi dan bangku di dalam ruangan, namun juga melalui berkebudayaan dan berperadaban.

Baca juga: Budidaya Ikan Predator di Dalam Rumah, Pemuda di Kota Blitar Ini Mampu Raup Jutaan Rupiah

Dan prinsipnya, pendidikan tak mengabaikan realitas kebudayaan yang beragam.

Festival semacam ini akan menjadi agenda tahunan bagi FKIP Unisla yang bisa dikemas lebih eksklusif dan lebih beragam.

Sementara itu, Dekan FKIP Unisla, Moh Nurman menyampaikan, pda gelar festival ini juga dipamerkan sejumlah produk hasil praktik kewirausahaan yang dilakukan mahasiswa Unisla.

Praktik kewirausahaan ini merupakan implementasi dari pendidikan Kewirausahaan yang selama ini menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa Unisla.

Dipamerkannya produk kewirausahaan ini sebagai upaya meningkatkan skill, minat dan antusias mahasiswa dalam mengembangkan kemampuannya berwirausaha.

Baca juga: Vaksinasi Dosis Tiga di Kabupaten Tulungagung Dimulai, Ini Daftar RS dan Klinik yang Melayani

"Ke depan akan dilanjutkan dengan proses izin legalitas produk hasil olahan tangan para mahasiswa ini," katanya.

Perlu tahu, festival ini tidak mengeksplorasi budaya yang ada di Indonesia, namun juga mengeksplorasi budaya Jepang dan Arab yang disuguhkan dalam penampilan seni tari, bahasa, pakaian adat, hingga kuliner masing-masing.

Sedangkan untuk produk wirausaha yang ditampilkan diantaranya, sambal khas Lamongan dengan beragam rasa, jajanan ringan lokal yang dipadukan dengan penampilan menarik dan kemasan modern, serta jenis minuman hasil kreasi mahasiswa.

BACA BERITA LAMONGAN LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved