Breaking News:

Bertta Madiun

Satu Kasus Omicron Ditemukan di Madiun, Setelah Seorang TKI Pulang dari Hongkong untuk Menikah

"Sudah dilakukan isolasi di Wisma Atlet Jakarta selama 14 hari. Saat mau pulang dites PCR, dan hasilnya negatif," kata Anis, Jumat (14/1/2022).

kompas.com
ILUSTRASI OMICRON 

SURYA.CO.ID MADIUN - Penyebaran kasus Omicron akhirnya ditemukan di Kabupaten Madiun, setelah seorang warga Kecamatan Dagangan terdeteksi positif varian Covid-19 tersebut, Kamis (13/1/2022) lalu. Ini menjadi kasus Omicron pertama yang ditemukan di wilayah Kabupaten Madiun.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Anis Jaka mengatakan, pasien tersebut merupakan perempuan berusia 25 tahun yang mempunyai riwayat bepergian dari Hongkong.

"Sudah dilakukan isolasi di Wisma Atlet Jakarta selama 14 hari. Saat mau pulang dites PCR, dan hasilnya negatif," kata Anis, Jumat (14/1/2022).

Setelah itu, yang bersangkutan pulang untuk segera mempersiapkan pernikahan. "Untuk menikah ini kan diwajibkan antigen, ternyata hasilnya positif karena yang bersangkutan adalah TKI (tenaga kerja Indonesia). Dan dinkes memerintahkan untuk dilakukan evakuasi ke rumah sakit," lanjut Anis.

Sesampainya di rumah sakit, pasien mengikuti tes PCR yang hasilnya positif dan dilanjutkan dengan tes Whole Genome Sequencing (WGS). "Setelah kita kirim ke Surabaya, 4 hari kemudian hasilnya keluar dan positif Omicron," ucap Anis.

Saat ini pasien sedang menjalani isolasi di RSUD Dolopo dengan gejala ringan. "Pilek saja kemarin, tetapi sekarang sudah tidak ada keluhan," jelas Anis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun telah melakukan tracing setelah seorang perempuan warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

Sementara itu Dinkes Kabupaten Madiun telah melakukan tes antigen pada 18 orang dan ada dua orang lagi yang terdeteksi positif Covid-19 saat exit test. "Begitu ada yang positif Covid-19, langsung dilakukan tracing kepada keluarga yang terdekat yang kontak erat," ucap Anis.

Saat entry test, keluarga dekat yang kontak erat dinyatakan negatif. Namun setelah lima hari, saat exit test, Jumat (14/1/2022), terdeteksi dua orang positif Covid-19. "Dari 18 orang, yang positif dua orang saat exit test yaitu orangtua dan (calon) suaminya," lanjutnya.

Keduanyapun ikut dievakuasi ke RSUD Dolopo untuk menjalani isolasi. Anis mengatakan, kedua pasien terakhir belum pasti terjangkit virus Covid-19 varian Omicron karena belum dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS).

"Nanti terserah rumah sakit, apakah akan dilakukan sequencing atau tidak. Namun kemungkinan besar dua pasien terakhir suspek Omicron karena kontak erat," tambah Anis.

Anis menjelaskan, SOP perawatan pasien Covid-19 varian Omicron ataupun bukan, tidak jauh berbeda. Hanya saja tenaga kesehatan harus lebih disiplin dalam menggunakan APD dan menerapkan protokol kesehatan lantaran varian Omicron lebih mudah menular dibandingkan varian lainnya.

"Untuk gejalanya ringan. Bahkan pasien yang terjangkit Omicron hari ini sudah tidak merasakan gejala. Cuma kemarin agak pilek saja. Kalau dilihat pasien ini juga sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua saat di Hongkong," lanjutnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved