Breaking News:

Berita Malang Raya

Pengrajin Dupa di Kabupaten Malang Mengeluh Pesanan Merosot Selama Pandemi Covid-19

Dulu, pengrajin mampu mengirim 100 karung dupa setiap bulan, namun kini hanya mampu setengahnya.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/erwin wicaksono
Pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pengrajin dupa di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mengeluh karena jumlah penjualan dupa merosot dibandingkan dengan waktu sebelum corona mewabah.

Dulu, pengrajin mampu mengirim 100 karung dupa setiap bulan, namun kini hanya mampu setengahnya. Setiap karung berisi 40 kilogram dupa.

"Lagi sepi pemesanan mungkin karena corona ini. Jadi kami menyesuaikan pesanan yang ada saja," ujar pengrajin dupa bernama Sutamin (40) ketika ditemui di kediamannya pada Jumat (14/1/2022).

Sutamin menerangkan, pemesanan paling banyak datang dari Pulau Dewata, Bali.

Pria yang menjadi pengrajin dupa sejak puluhan tahun silam menyebut Bali memang menjadi pasar terbaik penjualan dupa.

"Kami banyak mengirim ke Bali, memang sejak dulu sudah kirim kesana. Banyak yang pesan kalau di sana," kata pria yang mendapat keterampilan membuat dupa sejak turun temurun ini.

Baca juga: Dua Anggota DPRD Kota Kediri Pergantian Antar Waktu Dilantik

Sutamin juga menjelaskan proses panjang pembuatan dupa yang tidak mudah.

Terdapat beberapa tahapan wajib yang harus dilalui untuk memproduksi dupa.

Salah satunya adalah pemilihan bahan bambu yang berkualitas.

Bambu tersebut dipotong kecil-kecil menyerupai tusuk sate.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved