Breaking News:

Berita Kota Kediri

Naungi 255 Anak Yatim Piatu Dampak Covid-19, Pemkot Kediri Ingin Jamin Pengasuhan Yang Tepat

Dari pendataan itu, nantinya Pemkot Kediri mengetahui dan dapat memformulasikan bentuk dukungan apa saja setiap tahunnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Pemkot Kediri melaksanakan pendataan anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 di Kantor Kecamatan Pesantren, Jumat (14/1/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Ada ratusan anak yang menjadi yatim piatu akibat orangtuanya terenggut Covid-19 di Kota Kediri selama dua tahun terakhir. Karena itulah, Pemkot Kediri melaksanakan assessment atau pendataan anak0anak yatim piatu dampak Covid-19, agar mereka tetap berada dalam pengasuhan yang tepat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi mengatakan, pemkot ingin hadir memberikan motivasi kepada anak-anak yatim piatu tersebut agar tetap bersemangat melanjutkan hidup.

"Intinya pendataan ini dilakukan untuk anak-anak yatim piatu bisa mendapatkan layanan yang terbaik dari Pemkot Kediri. Utamanya pelayanan dasar seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan", ungkap Chevy, Kamis (13/1/2022).

Dijelaskan, assesment ini dilakukan di setiap kecamatan dimulai dari Kecamatan Kota, dilanjutkan Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Pesantren. Sebanyak 255 anak yatim piatu telah didata di seluruh wilayah Kota Kediri.

"Kami ingin menghilangkan trauma dari anak-anak ini. Karena kita tidak mau membiarkan mereka larut dalam kondisi berduka terlalu lama. Dan saya berharap mereka bisa segera pulih sepenuhnya dari musibah ini," ungkapnya.

Diharapkan dengan hasil pendataan itu, nantinya Pemkot Kediri mengetahui dan dapat memformulasikan bentuk dukungan apa saja setiap tahunnya.

Pelaksanaan assessment anak yatim piatu akibat Covid-19, Bappeda Kota Kediri berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Kediri, DP3AP2KB Kota Kediri, serta LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Tulungagung selaku pelaksana program dari UNICEF Strengthening Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C).

Selain dilakukan pendataan, kegiatan ini juga bermaksud memberikan edukasi cara asuh kepada orangtua kandung atau orangtua asuh dari anak-anak tersebut.

Hal tersebut dilakukan agar para orangtua memiliki pola asuh yang baik agar bisa memotivasi anak-anak tersebut untuk selalu semangat menjalani kehidupannya.

Sementara LPA Tulungagung memberikan paket Rekreasional Kit dari UNICEF seperti boneka hand puppet, buku gambar, dan krayon kepada anak yatim piatu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved