Breaking News:

Kinerja Industri Fintech Diyakini Meningkat, OJK Terus Beri Edukasi ke Masyarakat

OJK tetap akan terus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan fintech yang ilegal untuk

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
surya/sri handi lestari
Kepala OJK KR 4 Jatim, Bambang Mukti Riyadi saat memberikan paparan tentang kinerja industri keuangan di Jawa Timur tahun 2021 dan optimisme tahun 2022 yang salah satunya kinerja fintech. 

SURYA.co.id|SURABAYA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jawa Timur melihat potensi yang besar terkait peningkatan kinerja industri Financial technologi (Fintech). Namun OJK tetap akan terus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan fintech yang ilegal untuk kebutuhan yang bisa meningkatkan aset.

Kepala OJK KR 4 Jatim, Bambang Mukti Riyadi mengatakan, sampai saat ini OJK terus melakukan edukasi. "Mengingat masih banyak masyarakat yang mengaku dan mengeluh harus mengalami kesulitan karena pinjaman melalui online. Untuk itu kami terus lakukan edukasi," kata Bambang saat temu media, Jumat (14/1/2022).

Lebih lanjut Bambang mengatakan, pinjaman ke fintech, harus ke fintech yang legal serta terdaftar di OJK. Sehingga kinerjanya bisa diawasi.

Selain itu, pinjaman dana ke fintech disarankan untuk kebutuhan modal usaha. Sehingga bisa menjadi aset dan berkembang.

"Sementara untuk kebutuhan konsumtif, tidak kami sarankan. Kemampuan untuk membayar pun harus diperhatikan," jelas Bambang.

Karena itu bila dana pinjaman fintech itu dimanfaatkan sebagai modal usaha, tentunya  usaha bisa mengalami pergerakan dan ada peningkatan dari modal tersebut.

Ditengah era keuangan digital ini, diakui Bambang, kinerja industri fintech yang legal dan sudah dalam pengawasan OJK, akan mengalami peningkatan. Mengingat, pasca pandemi, banyak sektor usaha yang mulai menggeliat. Terutama sektor usaha mikro dan kecil yang belum bankable atau belum bisa akses modal ke Perbankan.

"Nah, bisa memanfaatkan modal dari dana pinjaman fintech. Kemarin dari asosiasi industri fintech, menyatakan suku bunga pinjaman berada di kisaran 0,4 persen - 0,8 persen per bulan," jelas Bambang.

Sementara itu, dalam paparannya, Bambang menyebutkan, pertumbuhan fintech Peer to Peer (P2P) lending di wilayah Jatim pada tahun 2021 hingga 30 November, menyebutkan ada peningkatan sekitar 113,6 persen (year on year/yoy) untuk outstanding pinjaman.

"Yaitu mencapai Rp 3,466 miliar. Sedangkan rekening lender juga mengalami peningkatan entitas sebesar 46,1 persen (yoy), sebanyak 86.045 entitas," papar Bambang.

Sementara untuk rekening borrower juga mengalami peningkatan sebesar 58,2 persen (yoy) atau mencapai 5.932.700 entitas.

Dengan data tersebut, pihaknya optimis kinerja fintech di tahun 2022 ini bisa bertumbuh lebih tinggi dibanding 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved