Breaking News:

Berita Situbondo

Jasad Bidan Korban Pembunuhan 10 Jam di Ruang Jenazah Rumah Sakit Situbondo, Anggota DPRD Ini Kecewa

Jasad seorang bidan, Haniseh (32) korban pembunuhan di Situbondo harus 10 jam berada di ruang jenazah RSUD Abdoer Rachem Situbondo.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Adrianus Adhi
kolase surya/izi hartono/net
Polindes di Desa Kettah, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tempat bidan Anis dihabisi suaminya, Rabu (12/01/2022). Foto kanan: ilustrasi. 

SURYA.co.id, SITUBONDO - Jasad seorang bidan, Haniseh (32) korban pembunuhan di Situbondo harus 10 jam berada di ruang jenazah RSUD Abdoern Rachem Situbondo.

Kepada Surya, ayah kandung Haniseh, H Mursyid memgaku, dirinya bersama istrinya sudah menunggu jenazah anaknya sejak pukul 09.00 WIB, namun jenazah anaknya belum dioutopsi.

"Sejak tadi pagi sampai sekarang nunggu disini pak, " ujar H Mursyid.

Dia mengaku tidak menolak anaknya di autopsi, namun ia tidak menyangka jika waktunya sangat lama.

Salah seorang anggota DPRD Situbondo, Siswo Pranoto juga turut berkomentar. Anggota komisi IV ini mengaku kecewa.

"Jangan dibiarkan nunggu begini, kasihan keluarganya. Apalagi jenazah," kata politisi dari Golkar ini.

Yang disesalkan, kata Siswo, korban ini merupakan keluarga besar dari dinas kesehatan namun tidak tertangani dengan cepat oleh rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Abdoer Rachem Situbondo, dr Rukmi mengatakan dokter yang bertugas di forensik sedang ke luar kota dan insya alah dalam satu jam lagi autopsi akan ditangani.

"Tadi pemeriksaan visum luar sudah dilakukan, tapi pihak kepolisian tetap minta diautopsi," kata dr Rukmi yang dikirim melalui pesan whatsapp ke reporter SURYA.

Kronologi Kasus

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved