Breaking News:

Berita Surabaya

Ini Hasil Evaluasi PTM di Surabaya, BPBD: Perlu Ada Perpanjangan Waktu Jeda

BPBD Kota Surabaya mencatat beberapa hal yang menjadi evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka PTM) di salah satu SMP di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat beberapa hal yang menjadi evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sejak berjalan pada Senin lalu.

Sekretaris BPBD Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, yang perlu dilihat ketika pulang sekolah dan pergantian shift, sering memunculkan kerumunan antara murid dan orang tua. Karena itu, dilakukan perpanjangan waktu transit pergantian sesi yang semula 30 menit menjadi satu jam.

"Durasi yang terjadi pada momen tersebut hanya 30 menit. Sehingga itu yang perlu jadi perhatian, karena sulit diatur," ujarnya, Jumat (14/1/2022).

Mantan Camat Tambaksari tersebut meminta pihak sekolah mengatur jam pergantian shift di sesi kedua dengan kepulangan. Menurutnya, durasi 30 menit sangat pendek sekali. Banyak penjemput dan pengantar menumpuk di sesi kedua.

"Jadi perlu kami evaluasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan," terangnya.

Lebih lanjut Ridwan menambahkan, pihak sekolah sudah menyiapkan tempat transit yang digunakan siswa menunggu jemputan dan pembelajaran selanjutnya.

"Saya pikir bagus. Tinggal mengantisipasi kerumunan di tengah waktunya yang pendek. Semua sekolah menyediakan ruang transit. Bisa di taman atau di kantin yang belum dipakai," jelasnya.

Terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar sekolah, Ridwan terus berkoordinasi dengan kecamatan agar meminimalisir terjadinya kerumunan.

"Jadi semua saling membantu satu sama lain supaya bisa teratasi dengan baik," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved