Breaking News:

Berita Nganjuk

Impikan Raih Swasti Saba Wistara dari Kemenkes, FKS Dorong Terciptanya Lingkungan Sehat Di Nganjuk

Swasti Saba merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan dari Kemenkes kepada daerah yang menyelenggarakan 7 tatanan penilaian.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Anggota Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Nganjuk, Setiadi. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Forum Kabupaten Sehat (FKS) berupaya maksimal dalam menjalankan tugasnya mendorong terciptanya lingkungan sehat di Kabupaten Nganjuk. Selain menciptakann lingkungan sehat, FKS juga berharap bisa meraih penghargaan bidang kesehatan lingkungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai ukuran kesuksesan mencapai Kabupaten Sehat.

Perwakilan FKS Kabupaten Nganjuk, Setiadi menjelaskan, Swasti Saba merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan dari Kemenkes kepada daerah yang berhasil menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian.

Yaitu permukiman, sarana dan prasarana umum, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, serta sosial yang sehat.

Di situ ada tiga tingkatan pada Swasti Saba atau penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Yakni pemantapan atau Padapa, pembinaan atau Wiwerda, dan pengembangan atau Wistara.

Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah atas kepedulian, dukungan, keberpihakan pemerintah daerah serta terjalinnya sinergitas antara seluruh warga dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerahnya masing-masing.

"Untuk Kabupaten Nganjuk sendiri telah mencapai tahap Wiwerda dan Padapa. Serta telah mendapat penghargaan sebanyak dua kali dari tahapan tersebut," kata Setiadi dalam talkshow di Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Jumat (14/1/2022).

Sementara dikatakan anggota FKS Kabupaten Nganjuk lainnya, Marsono, Kabupaten Nganjuk pada tahun 2017 dalam Swasti Saba mengambil dua tatanan wajib. Yakni tatanan tentang Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat. Serta tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri.

"Walaupun Kabupaten Nganjuk terlambat 5 tahun, tetapi Alhamdulillah setiap kali mengikuti program tersebut, bisa lolos sampai tingkat nasional. Jadi tahun ganjil itu merupakan tahun di mana setiap pembinaan itu diapresiasi oleh tim dari Kemenkes dan selalu lolos," kata Marsono.

Seperti dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, menurut Marsono, diharapkan tetap sukses meraih penghargaan di tingkat nasional. Dan untuk syarat memperoleh Swasti Saba Wistara salah satu syarat sudah terpenuhi adalah Open Defication Free (ODF) atau bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Dan semua indikator tatanan yang diambil itu sudah bisa dan harus melibatkan peran masyarakat. Di mana masyarakat Kabupaten Nganjuk harus bersatu dan nyawiji untuk menyukseskan program tersebut. Karena apa pun alasannya, kesehatan manusia dan lingkungan juga menjadi prioritas pembangunan di Nganjuk," ujar Marsono.

Karena, ungkap Marsono, tidak sekedar penghargaan yang ingin didapat, lalu hanya berpangku tangan. Namun harus tahu bagaimana caranya berinovasi dan berfikir dan mengajak masyarakat untuk menyiapkan Nganjuk yang sehat dan mandiri. "Itulah sasaran yang ingin dicapai FKS Nganjuk dalam menjalankan tugasnya," tutur Marsono. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved