Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Memastikan, Hari Ini 29 Daerah di Jatim Masifkan Vaksinasi Booster

29 kabupaten/kota di Jatim telah dinyatakan boleh dan memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi booster.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi booster di Jatim terus berjalan. Per hari ini, Jumat (14/1/2022), sebanyak 29 kabupaten/kota di Jatim telah dinyatakan boleh dan memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi booster.

Sebanyak 29 kabupaten/kota yang dimaksud tersebut adalah Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kabupaten Banyuwagi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Nganjuk.

Selain itu juga Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo.

“Daerah yang sudah dibolehkan untuk melayani vaksinasi booster adalah daerah yang ketercapaian vaksinasi 70 persen dosis satu dan 60 persen dosis satu untuk lansia. Sehingga di Jatim totalnya ada 29 daerah,” kata Gubernur Khofifah, Jumat (14/1/2022).

Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah, bahwa pihaknya mendorong bagi daerah yang belum memenuhi syarat dibolehkan vaksinasi booster agar mempercepat vaksinasinya. Upaya itu harus dilakukan demi mengejar target herd immunity dengan seluruh warga Jatim telah tervaksin.

Begitu juga dengan daerah yang sudah dibolehkan untuk vaksinasi booster. Ia berharap teknis dalam pelaksanaannya dijaga ketat protokol kesehatan dan harus sesuai dengan SOP Kementerian Kesehatan.

Secara khusus, Khofifah meminta ada jalur khusus yang dipisahkan antara jalur vaksinasi primer dosis satu maupun dua dengan jalur vaksinasi booster. Ini penting menurutnya, karena jenis vaksin yang diberikan juga berbeda.

“Sesuai dengan aturan SOP kementerian kesehatan bahwa yang dosis pertama dan keduanya adalah sinovac maka bisa menggunakan booster setengah dosis vaksin Astrazeneca. Atau juga yang vaksin primernya dua duanya Sinovac, vaksin boosternya juga bisa menggunakan setengah dosis vaksin Pfizer. Sedangkan yang vaksin primernya dua duanya adalah Astrazeneca, maka vaksin boosternya bisa pakai setengah dosis Moderna,” tegas Khofifah.

Daerah bisa menyesuaikan pemberian vaksin booster dengan aturan tersebut di atas, sesuai dengan stok merk vaksin yang ada di masing-masing daerahnya. Dengan harapan percepatan vaksinasi booster bisa dilaksanakan maksimal di Jawa Timur.

Untuk prioritas, Gubernur Khofifah menegaskan, saat ini diupayakan adalah sasaran lansia. Saat kick off lalu, secara khusus lansia diberikan prioritas dari banyak elemen. Mulai dari forum komunikasi antar umat beragama, takmir masjid, organisasi masyarakat dan juga dari kalangan jurnalis.

“Dan yang terpenting harus disampaikan, vaksinasi booster ini diberikan gratis. Tidak ada pungutan biaya,” pungkas Khofifah.

Sementara itu untuk perkembangan kasus covid-19 per tanggal 13 Januari 2022, tambahan kasus positif di Jatim ada sebanyak 23 orang, dan kasus aktif di Jatim ada sebanyak 133 orang. Per kemarin tidak ada tambahan kasus meninggal karena Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved