Breaking News:

Berita Pamekasan

Diajukan Atas Permintaan Ra Baddrut Sendiri, Fattah Jasin Jadi Calon Kuat Wakil Bupati Pamekasan?

Kebetulan Fattah Jasin, mantan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, pakar di bidang pemerintahan.

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Pendopo Budaya yang juga menjadi Wakil Bupati Pamekasan di Jalan Jokotole Pamekasan sudah setahun kosong. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Penentuan nama bakal calon Wakil Bupati (Bacawabup) Pamekasan untuk mendampingi Bupati Baddrut Tamam, memunculkan dinamika menarik. Selain diwarnai mundurnya salah satu bacawabup yang diusung tim koalisi, ada satu nama yang diperkirakan jadi calon kuat karena diajukan sendiri oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Saat ini, partai pengusung dan partai koalisi pasangan Berbaur (Baddrut Tamam – Raja’e) memang belum menyetorkan nama-nama bacawabup kepada Panitia Pemilihan (Panlih) Penggantian Antarwaktu (PAW) Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan.

Bahkan dari lima nama yang sudah digodok di tim koalisi Berbaur, satu di antaranya belum apa-apa sudah mengundurkan diri. Yaitu Fandi Ahmad, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Sampang. Akibatnya, tim koalisi masih menunggu lagi satu nama pengganti Fandi Ahmad untuk digodok dan didalami.

Sedangkan satu nama dari eksternal koalisi yang masuk menjadi bacawabup adalah Fattah Jasin, mantan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, yang juga mantan Pejabat Bupati Pamekasan.

Heru Budi Prayitno, juru bicara tim koalisi pasangan Berbaur Pamekasan kepada SURYA, Jumat (14/1/2022) mengatakan, masuknya Fattah Jasin yang merupakan calon eksternal, karena sesuai dengan permintaan Bupati Baddrut sendiri.

Ra Baddrut ingin calon pendampingnya nanti diharapkan orang yang mengerti birokrasi. Kebetulan Fattah Jasin, yang mantan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, dinilai sebagai pakar di bidang pemerintahan.

Sementara tiga nama lain yang sudah digodok dan siap diajukan ke bupati masing-masing adalah Heru Budi Prayitno, Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pamekasan, disusul Taufikurrahman, Ketua DPC Gerindra Pamekasan dan terakhir adalah Mohammad Alim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pamekasan.

"Nama-nama Bacawabup Pamekasan masih belum disetor ke bupati. Karena saat ini masih dalam tahap pengisian formulir persyaratan dari partai koalisi," kata Heru.

Sementara dari panlih juga belum membagikan formulir yang harus diisi masing-masing calon. Sedangkan penyetoran nama kepada bupati akan dilakukan sebelum batas akhir, Selasa (25/1/2022) depan.

“Nah, isian formulir itu kami serahkan kepada masing-masing bakal calon untuk diisi, yang kemudian disetorkan kembali kepada partai koalisi,” tambah Heru

Dikatakan Heru, karena ada satu orang mengundurkan diri dari bursa bacawabup, maka tinggal empat orang. Sehingga untuk mengganti satu orang yang mengundurkan diri itu, masih menunggu satu nama lagi.

Nama pengganti itu belum bisa disebut, karena nanti diajukan bupati ke partai pengusung untuk didalami.

Dan sesuai aturan mekanisme, partai koalisi boleh mengajukan nama calon selain ketiga nama dari internal pengusung. Begitu juga bupati, aturannya diperbolehkan menyetorkan nama kepada partai koalisi. “Jadi partai koalisi boleh mengajukan nama orang lain, sebaliknya bupati juga bisa mengajukan calon sendiri," kata Heru.

Ketika ditanya alasan Fandi Ahmad mengundurkan diri, Heru tidak tahu pasti. Karena Fandi Ahmad menyampaikan penguduran diri itu bukan kepada tim koalisi, tetapi menemui langsung bupati. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved