Breaking News:

Berita Blitar

BNN Blitar Bekuk Satu Pengedar dan Dua Pemasok Sabu dalam Semalam; Berawal Temuan di Bawah Jok Motor

Saat didatangi petugas, Faisal sedang bersantai di ruang tamu sehingga petugas dengan mudah mengamankannya.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
BNN Blitar menggelar rilis penangkapan jaringan narkoba, Jumat (14/1/2022). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Jaringan peredaran sabu-sabu di dua wilayah yang berbeda, yakni Blitar dan Tulungagung, digulung petugas BNN Blitar, Kamis (13/1/2022) malam. Tak tanggung-tanggung, dalam semalam, petugas BNN menangkap tiga pelaku di dua tempat yang berbeda.

Satu di antaranya sebagai pengedar, yakni Saiful (44), warga Desa Gogo Deso, Kecamatan Kanigoro ,Kabupaten Blitar yang ditangkap, Kamis (13/1/2022) malam. Dan empat jam kemudian atau pukul 22.00 WIB, petugas menangkap dua temannya yang menjadi pemasok yakni, Faisal (33) dan Mariono (29), warga Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Pakal, Tulungagung.

"Kami masih mendalami aksi ketiganya. Kalau menurut pengakuan mereka, aksinya baru tiga minggu di Blitar. Namun dari ketiganya ditemukan sabu, itu artinya mereka menyimpan barang untuk diedarkan," kata Kepala BNN Blitar, AKBP Bagus Heri Cahyono, Jumat (14/1/2022).

Menurut Bagus, penangkapan ketiga pemain narkoba itu berawal dari informasi yang diserap petugas di masyarakat bahwa ada pemain narkoba baru dari luar kota. Setelah didalami, petugas mengetahui kalau mereka memiliki jaringan di Kabupaten Blitar.

Saat itu belum diketahui asal kotanya namun jaringan di Blitar itu sepertinya juga para pemain baru sehingga belum dikenal di kalangan pemain lama bisnis haram tersebut. Setelah diselidiki petugas beberapa hari, akhirnya diketahui namanya adalah Saiful, seorang mantan TKI yang pernah bekerja di Malaysia.

"Akhirnya, petugas menguntit tersangka. Begitu diketahui Kamis (13/1/2022) malam itu, ia keluar dengan mengendarai sepeda motor, petugas mengikutinya," paparnya.

Saat itu, Saiful meluncur ke arah Utara atau arah kantor Pemkab Blitar, yang ada di Kecamatan Kanigoro. Khawatir buruannya lolos, petugas yang menguntit dengan mengendarai mobil itu tak sabar dan langsung memotongnya.

Karuan, Saiful kaget saat ada mobil menghentikan laju motornya ketika melintas di jalan sepi di Desa Karangsono atau sekitar 2 KM dari rumahnya. Di saat Saiful kaget, dua petugas tak berseragam keluar dari mobil lalu mendekatinya. "Mau ke mana mas," tanya petugas dengan santai.

Ternyata Saiful menjawab santai juga. Meski agak gugup dan jengkel namun pelaku bisa menutupi emosinya. Ia mengaku kalau mau nongkrong untuk ngopi dengan teman-temannya.

Setelah itu, petugas tidak banyak tanya lagi dan menggeledahnya. Karena di tubuhnya tak ditemukan barang yang dicarinya, petugas menyuruhnya membuka jok sepeda motornya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved