Breaking News:

Berita Gresik

Beban Berat Dinas PUTR Gresik, Tiga Program Prioritas Perbaiki Insfastruktur dan Menata Kota

Dinas PUTR menuntaskan proyek-proyek normalisasi banjir, Penataan Kota dan Perawatan Jalan Umum

Penulis: Sugiyono | Editor: Rudy Hartono
surya/sugiyono
Jalan penghubung antar Desa Banjarsari Kecamatan Cerme dengan Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas rusak parah usai hujan, Jumat (17/12/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik memprioritaskan menuntaskan proyek-proyek yang berat dan membutuhkan anggaran yang besar. Diantaranya, normalisasi banjir, Penataan Kota dan Perawatan Jalan Umum, Jumat (14/1/2022).

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Gresik Achmad Hadi, mengatakan selama periode Pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani ( Gus Yani ) dengan Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) ini ada 3 program prioritas yaitu menata sungai, merawat jalan dan menata kota.

Untuk penataan sungai, Hadi mengatakan, selama ini di Gresik sering terjadi banjir. Baik banjir Kali Lamong, Banjir Rob, Banjir kali afur di Driyorejo dan banjir di perkotaan. Sehingga, harus ada prioritas normalisasi sungai. Mulai Kali Lamong sampai ke anak-anak sungai.

Sementara untuk merawat jalan umum, akan ada penetapan jalan khusus kabupaten, sehingga perawatan jalan bisa dikelompok-kelompokan. Sebab, kerusakan jalan umum kabupaten masih cukup banyak mencapai 26 persen atau sepanjang 132 Kilometer.

Sedangkan untuk jalan Kabupaten yang pemanfaatannya banyak digunakan oleh Provinsi maupun Pemerintah Pusat, maka perawatannya dimohonkan kepada pemerintah pusat atau Pemerintah Provinsi. “Hal ini untuk mengurangi penggunaan anggaran dari Kabupaten. Maka, jalan yang banyak dimanfaatkan oleh Provinsi atau Pemeritah Pusat, biaya perawatannya kita ajukan ke Pusat,” kata Hadi, saat acara saresehan antara Dinas PUTR bersama KWG.

Sementara untuk penataan kota, Dinas PUTR Kabupaten Gresik akan berusaha untuk mengurangi banjir di Kota Gresik. Diantaranya dengan cara normalisasi telaga di bawah gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Kecamatan Gresik, normalisasi saluran air dan menertibkan bangunan liar di tepi sungai.

 “Seperti menata kawasan Kota lama. Akan ditata saluran airnya, jaringan kabel listrik dan lampu-lampu hiasnya. Seperti dalam program Kotaku (Kota tanpa kumuh),” imbuhnya.

Dari banyaknya program tersebut, Dinas PUTR Kabupaten Gresik memiliki anggaran sebesar Rp 216 Miliar, yang terinci untuk bidang kebinamargaan sebesar Rp 144 Miliar, normalisasi Kali Lamong Rp 11 Miliar dan Pembebasan Lahan 61 Miliar.

 “Semoga anggaran tersebut cukup. Dan ada dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved