Breaking News:

Berita Surabaya

Animo Pengguna Sepeda Tinggi, Dua Jalan di Surabaya Bakal Ditambah Lajur Khusus

Animo pengguna sepeda angin di Kota Surabaya yang semakin luar biasa membuat Dinas Perhubungan mencoba menambah lajur khusus sepeda.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Seorang pengendara sepeda angin tengah melintas di salah satu lajur khusus di Jalan Darmo, Surabaya, Jumat (14/1/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Animo pengguna sepeda angin di Kota Surabaya yang semakin luar biasa membuat Dinas Perhubungan (Dishub) mencoba menambah lajur khusus sepeda. Ini tak lepas dari upaya menjadikan Kota Pahlawan sebagai kota ramah pesepeda.

Kabid Lalu Lintas Dishub Surabaya, Soesandi Ismawan mengatakan, berdasarkan survei lokasi dan kajian, rencananya akan ada dua lajur baru tersebut di Jalan Kenjeran dan Jalan Kedung Cowek.

"Ini masih perencanaan konsep. Pada dasarnya setiap tahun akan menambah lajur khusus sepeda. Serta sebagai salah satu bentuk perlindungan bagi para pesepeda," ujarnya, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, meskipun termasuk golongan sesama pengguna jalan. Tapi, sepeda angin mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kendaraan bermotor. Tak heran kalau memerlukan perlindungan.

"Meski padat, arus lalu lintas di jalan tersebut terpantau lancar. Kendaraan yang melintas juga merata, tidak didominasi kendaraan besar seperti truk atau trailer," paparnya.

"Lebar lajur minimal 2 setengah meter, bisa terlindung dan tidak bercampur dengan kendaraan yang lain atau paling tidak bisa memberikan informasi kepada pengguna kendaraan bermotor bahwa di situ lajur khusus sepeda," sambungnya.

Sehingga, kata Soesandi, pengguna kendaraan bermotor bisa berhati-hati terhadap pengguna sepeda angin yang sudah menjadi gaya hidup masa kini di Kota Surabaya.

"Pemerintah Kota Surabaya akan berusaha memfasilitasi itu sebisa mungkin, disesuaikan dengan kondisi geometrik jalan yang ada," ungkapnya.

Kata Soesandi, tidak semua jalan bisa difasilitasi dengan lajur khusus sepeda. Karena volume lalu lintas yang mungkin terlalu tinggi

Kendati demikian, pihaknya terus mencoba memfasilitasi hal tersebut. Supaya sepeda menjadi alternatif transportasi karena ramah lingkungan.

"Serta bisa terintegrasi dengan angkutan umum, karena di tempat pemberhentian Surabaya Bus sudah ada rak untuk pengguna sepeda. Jadi kalau mau ke kantor cukup naik sepeda taruh di sana lalu menggunakan angkutan umum. Sehingga kemacetan jalan bisa tereduksi," jelasnya.

Di samping itu, Soesandi juga menuturkan, Kota Surabaya saat ini memiliki 23 lajur khusus sepeda dengan total panjang ruas 35 km, yang tersebar di berbagai titik.

"Sedangkan tempat parkir atau rak sepeda terdapat empat titik," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved