Breaking News:

Berita Trenggalek

Anggap Capaian PAD Belum Maksimal, Dewan Trenggalek Minta OPD Kerja Lebih Keras

DPRD Kabupaten Trenggalek menilai capaian pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Trenggalek masih pada 2021.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - DPRD Kabupaten Trenggalek menilai capaian pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Trenggalek masih pada 2021.

Sepanjang tahun itu, berdasarkan laporan yang diterima Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, total PAD yang didapat pemkab kurang dari Rp 300 juta.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto mengatakan, nilai PAD itu terlalu kecil jika dibanding besaran APBD yang hampir Rp 2 triliun.

"Kami melihat dalam beberapa tahun terakhir, PAD kita belum begitu menjanjikan," kata Mugianto, Jumat (14/1/2022).

Dari situ, pihaknya berusaha memacu agar capaian PAD Kabupaten Trenggalek bisa meningkat pada tahun ini dan tahun-tahun ke depan.

Pada Kamis (13/1/2022), komisi II telah berkomunikasi dengan OPD-OPD yang memiliki potensi PAD agar bisa menggenjot capaiannya.

Beberapa OPD yang dimaksud antara lain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Serta beberapa badan layanan umum daerah (BLUD).

Di Disparbud, Mugianto mencontohkan, ada beberapa objek wisata yang ramai dan hingga saat ini belum ditarif retribusi daerah.

"Seperti Pantai Cengkrong, Pantai Mutiara, Pantai Konang. Jadi kalau ada objek atau potensi yang bisa kita gali, ayo kita garap," sambung politisi Partai Demokrat itu.

Contoh lain di Dinas PUPR, Mugianto melihat masih banyak menara selular di Kabupaten Trenggalek yang tak punya izin mendirikan bangunan.

"Otomatis kita tidak bisa menarik retribusi. Oleh sebab itu harus ditertibkan yang tidak ada IMB-nya. Dan itu jumlahnya puluhan. Tidak ada sumbangsih terhadap pendapatan kita," sambung Mugianto.

Dari hasil berdiskusi dengan beberapa OPD, ia menyebut ada beberapa kendala terkiat minimnya PAD yang didapat Kabupaten Trenggalek.

Salah satunya, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang. Misalnya, ketersediaan petugas juru pungut retribusi.

"Selain itu, faktor niatnya yang mungkin harus dipacu. Agar lebih tertib, disiplin dan maksimal," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved