Breaking News:

Berita Bangkalan

Akan Dipatenkan Sebagai Rumpun Unik di Dunia, Kambing Pote Bangkalan Diteliti Tim Unibraw Malang

Ia menjelaskan, di Jawa Timur telah memiliki Plasma Nutfah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Peternakan dan sudah didaftarkan ke FAO.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Kunjungan akademisi bersama dinas terkait di pusat budidaya Kambing Pote di Dusun Buluh Duko, Desa Buluh, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Jumat (14/1/2022). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Postur tubuh Kambing Pote (putih) Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan lebih kecil daripada varian kambing lain. Daun telinganya pun tidak terlalu panjang, bibir berwarna merah muda, ekor menjeletik, jantan-betina berjenggot, warna bulu putih solid, dan mampu memproduksi susu untuk dikonsumsi masyarakat.

Karakteristik pada Kambing Pote ini menarik perhatian Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw), Profesor Dr Suryadi beserta Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Ir Indyah Aryani, MM, dan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Ahmat Hafid mendatangi lokasi budidaya Kambing Pote di Dusun Buluh Duko, Desa Buluh, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Jumat (14/1/2022).

Langkah Prof Suryadi dan Indy sedikit tergesa begitu mobil yang membawa rombongan tiba di lokasi. Mereka bergegas menuju kandang budidaya sejumlah 17 ekor Kambing Pote, didampingi Ketua Koperasi Madura Multifarm Agromandiri (KMMA), Taufik Rahman.

“Kami perhatikan Kambing Pote memiliki kharakteristik fisik yang khusus, ini sangat menarik sekali untuk kami kaji. Kambing Pote sedikit aneh, bisa memproduksi susu di wilayah Pulau Madura dengan kharakter cuaca panas. Dan di sini (Madura) juga tidak ada dataran tinggi,” ungkap Suryadi kepada SURYA.

Karena itu, lanjut Suryadi, kajian morfometrik sebagai studi awal yang telah dilakukan untuk mengetahui kharakteristik morfologis yang dikaitkan dengan varian kambing lain. Dari situlah dapat disimpulkan bahwa Kambing Pote berkaitan dengan bangsa lain.

“Yakni Kambing Sanen dari Swiss dan Kambing Peranakan Etawah (PE). Pada Kambing Pote sifat dominannya berwarna tetapi ini adalah sifat resesif yang tidak berwarna, yakni putih,” jelasnya.

Setelah melakukan kajian Morfometrik, Tim Profesor Unibraw akan mengadakan kajian secara genetik untuk mengetahui persentase porsi genetiknya, kemurnian, kawin kerabatnya atau inbreeding dari Kambing Pote.

Ia menyatakan, ketika kharakteristik genetiknya sudah diketahui dan sudah dipahami, maka pihaknya akan mengajukan semacam rumpun baru, standar SNI-nya yang bisa ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Peternakan. Apalagi populasinya di Bangkalan sekitar 40.000 ekor dan bisa dikembangkan.

“Saya pikir (Kambing Pote) berpeluang besar dipatenkan. Karena melihat kemiripan, kesesuaian, dan kekerabatan antara yang satu dengan yang lain. Sehingga kami bisa membuktikan bahwa Kambing Pote ini merupakan kharakteristik khusus yang sudah menjadi rumpun baru,” pungkas Suryadi.

Langkah yang dilakukan Tim Profesor Unibraw dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur merupakan upaya konservasi genetika sekaligus pengamanan Sumber Daya Genetik. Konservasi genetika merupakan salah satu dari implementasi ilmu genetika yang bertujuan untuk mempertahankan spesies sebagai entitas dinamis.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved