Breaking News:

Berita Blitar

Tiga Kali dalam Sepekan, Blitar Diteror Pencurian Ternak Massal; Pelaku Sisakan Sarung untuk Polisi

Pencurian ternak bebek sebelumnya dialami warga di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben pada Jumat (7/1/2022) lalu

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Kandang bebek milik warga Dusun Sumber Arum, Desa Tegal Asri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, yang sudah bersih setelah dijarah pencuri, Kamis (13/1/2022). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pencurian ternak besar-besaran dalam sepekan terakhir kembali terjadi, Kamis (13/1/2022), yang menghabiskan sebanyak 308 ekor bebek milik warga di Dusun Sumber Arum, Desa Tegal Asri, Kecamatan Wlingi. Ini menjadi penjarahan ketiga di wilayah hukum Polres Blitar dalam sepekan, setelah sebelumnya ratusan bebek dan kambing juga hilang.

Pencurian ternak bebek sebelumnya dialami warga di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben pada Jumat (7/1/2022) lalu. Sebanyak 312 bebek petelur diborong tanpa sisa oleh pelaku hanya dalam semalam.

Rentang tiga hari kemudian, giliran 19 ekor kambing milik warga Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, juga licin tandas dilarikan pencuri, Senin (10/1/2022) dini hari. Dan pelaku sepertinya sudah paham hewan ternak karena saat beraksi, mereka bisa membuat ternak tak bersuara sama sekali.

Sedangkan pencurian 308 bebek, Kamis (13/1/2022), terjadi di kandang milik Budiono (57), warga Dusun Sumber Arum, hanya dalam semalam. Belum dipastikan berapa puluh juta kerugian yang dialami korban, namun korban tidak menemuka seekor bebek pun di kandangnya.

Polisi yang masih disibukkan pengejaran pelaku pencurian bebek dan kambing dari dua kejadian sebelumnya, segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Tidak bisa dipastikan berapa orang yang melakukan pencurian itu, tetapi fenomena ini membuat peternak langsung bangkrut.

"Kami masih memburu pelakunya dan sudah berkoordinasi dengan polsek jajaran, untuk melacak pencuri yang spesialis bebek," ujar AKP Mulyanto, Kapolsek Wlingi.

Dan seperti dua kejadian sebelumnya, para pelaku diduga beraksi setelah lewat tengah malam sampai menjelang dini hari. Dan sepertinya pelaku sudah memetakan sasarannya terlebih dahulu, dan paham bahwa kandang bebek milik Budiono tidak dijaga meski hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah.

Dan hal yang belum bisa dipecahkan adalah, bagaimana bebek sebanyak itu bisa diangkut tanpa bersuara. Sehingga pencurian massal ternak belakangan ini sudah seperti teror bagi para peternak di Blitar.

"Kalau bukan ahlinya, sepertinya kesulitan untuk membawa kabur bebek sebanyak itu. Minimal bebeknya bersuara sehingga terdengar orang lain. Itu artinya pelakunya punya cara khusus untuk membuat bebek menurut atau diam saat dimasukkan saks dan dibonceng sepeda motor," jelas Mulyanto.

Yang membuat polisi kesulitan mengenali ciri pelaku, adalah tidak adanya kamera CCTV di kandang-kandang ternak di pedesaan. Satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan pelaku untuk polisi adalah sehelai sarung yang diduga milik pelaku.

Saat memeriksa kandang milik Budiono, polisi menemukan sarung itu. Kemungkinan ada orang yang mengenalinya karena sering dipakai pelaku.

"Mungkin saat memasukkan bebek ke dalam karung, pelaku melepas sarungnya karena dianggap merepotkan. Lalu sarung itu ditaruh di kandang. Namun mungkin pelaku terburu-buru kabur ehingga lupa dengan sarungnya," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved