Breaking News:

Berita Tulungagung

Sejak 2006 Nasib Terpidana Mati Tulungagung Belum Jelas, Surat Kejari Belum Direspons MA

Ditambahkan Mujiarto, terpidana mati Edi sudah melakukan upaya hukum banding kasasi hingga mengajukan grasi.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Mujiarto. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menanyakan kelanjutan hukum Edi Sunaryo (38) ke Mahkamah Agung (MA). Edi adalah terpidana mati kasus pembunuhan satu keluarga pada tahun 2006 silam, yang hingga kini belum ada kepastian.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulungagung, Mujiarto, surat kepada MA telah dikirim pada Desember 2021 lalu. "Ada permintaan dari Kejaksaan Agung untuk memantau perkembangan terpidana mati," terang Mujiarto, Kamis (13/1/2022).

Hingga kini surat dari Kejari Tulungagung belum mendapat balasan dari MA. Ditambahkan Mujiarto, terpidana mati Edi sudah melakukan upaya hukum banding kasasi hingga mengajukan grasi.

Pengajuan grasi sudah dilakukan sejak sekitar 5 tahun lalu, namun belum ada putusan. "Suatu proses hukum harus ada titik akhirnya. Apakah terpidana dieksekusi, atau grasinya dikabulkan," paparnya.

Grasi adalah pengampunan hukuman berupa peringanan, pengurangan atau penghapusan. Putusan grasi sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.

Jika grasi ditolak, maka terpidana akan menjalani putusan pengadilan berupa eksekusi. "Kalau pun itu ditolak, tidak ada patokan berapa lama eksekusi akan dilakukan. Bisa puluhan tahun baru dieksekusi," sambung Mujiarto.

Mujiarto menyebut biaya eksekusi pun sangat mahal. Untuk satu eksekusi di Nusakambangan bisa mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Karena itu pihaknya juga mengantisipasi seandainya grasi ditolak, dan eksekusi akan dilakukan di wilayah Tulungagung.

Pembunuhan yang dilakukan Edi Sunaryo terjadi pada 9 Januari 2006. Saat itu Mujiarto menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tulungagung yang menangani kasus ini.

Edi menghabisi guru SMAN 1 Boyolangu, Sadji dan istrinya, Wiwik Sudarwati serta cucunya, Okky Putra Wirawan. Saat beraksi Edi dibantu empat temannya, yaitu Heru Purnanto, Samsul Bari, Rizky Fatkul Arifin dan Siti Syarofah.

Kelima pelaku ini juga menjarah barang berharga milik korban. Majelis hakim Pengadilan Negeri Tulungagung menjatuhkan hukuman mati kepada Edi.

Samsul Bari mendapat vonis hukuman penjara selama 20 tahun. Heru dan Rizky dijatuhi hukuman seumur hidup. Sedangkan Siti mendapat vonis 10 tahun penjara. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved