Breaking News:

Berita Surabaya

Oknum Pengemudi Ojol Disergap, Nyambi Edarkan Sabu saat Kerja

Pria asal Bandarejo, Sememi, Surabaya itu ternyata juga menjadi pengedar sabu di lingkungan kerjanya

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Rudy Hartono
surya/firman rachmanudin
Barang bukti sabu milik AP diduga pengedar narkoba, saat di Mapolrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang pria yang hari-hari menjadi driver ojek online ternyata punya sampingan bisnis haram. Pria asal Bandarejo, Sememi, Surabaya itu ternyata juga menjadi pengedar sabu di lingkungan kerjanya.

Akibatnya, pria berinisial AP (36) tersebut, ditangkap Rabu (5/1/2022) atas kepemilikan narkotika jenis sabu oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat berada di kosnya di Jalan Gadukan Surabaya.

Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) yang cukup banyak. Kini pelaku dan BB yang disita dari pengemudi Ojol asal Bandarejo Sememi Kecamatan Benowo Surabaya itu ada di Mako Polrestabes.

Barang bukti yang ditemukan antara lain lima poket plastik transparan berisi sabu dengan berat masing-masing 76,05 gram, 35,5 gram, 0,24 gram, 0,25 gram dan 0,21 gram.

"Berat seluruhnya setelah ditimbang 112,05 gram. Disita juga timbangan elektrik, 1 bendel plastik transparan warna putih, 4 bendel klip plastik, 2 HP serta uang tunai Rp. 150.000," jelas AKBP Daniel Marunduri Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kamis (13/1/2022).

Daniel menambahkan, informasi adanya pengemudi ojek online yang juga jadi pengedar, langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penggeledahan dirumah pelaku di Gadukan Utara Surabaya,

Rabu (5/1/2022) siang. Di rumah pelaku ditemukan barang bukti dalam jaket di atas tempat tidur dalam kamar rumahnya.

"Tersangka AP mengaku mendapatkan barang bukti berupa 5 (lima)  poket plastik transparan berisi Narkotika jenis Sabu, Senin 3 Januari 2022 sekira pukul 11.00 Wib di Jalan Sidosermo Surabaya dengan cara diranjau," tambah Daniel.

AP juga mengatakan awalnya mendapatkan kiriman paket sabu dari SL (DPO) sebanyak 1 poket kemudian dibagi menjadi 6 poket dan sudah sempat laku 1 poket.

"Tersangka sudah 2 kali menerima kiriman barang dari SL dan mendapatkan upah sebesar Rp. 150.000 per gramnya," pungkas AKBP Daniel.

Akibat perbuagannya itu,al AP kini sudah tak bisa mencari penumpang karena dipenjara.

Polisi menjeratnya dengan tindak pidana Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved