Breaking News:

Lupa Baca Niat Puasa Senin Kamis, Bolehkah Dibaca Siang Hari? Ini Pandangan Madzhab Syafi'i

Lupa membaca niat puasa Senin Kamis, bolehkah niat tersebut baru dibaca saat siang hari? Simak penjelasan Madzhab Syafi'i.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID
Ilustrasi - Puasa Senin Kamis 

SURYA.CO.ID - Lupa membaca niat puasa Senin Kamis, bolehkah niat tersebut baru dibaca saat siang hari? Simak penjelasan Madzhab Syafi'i.

Seperti namanya, puasa Senin Kamis dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis, sebagaimana tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube "Hukum Puasa Lupa Niat - Ustadz Abdul Somad" menjelasakan, boleh membaca niat puasa sunnah pada pagi hari atau siang hari.

Namun dengan syarat tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak adzan subuh.

Hal tersebut juga sebagaimana pandangan Imam Syafi'i.

Pandangan mazhab syafi’i ini didasarkan pada hadits riwayat Muslim dari ummul mukminin Sayyidah Aisyah RA sebagai berikut:

“Dari Aisyah, ummul mukminin RA, ia bercerita, ‘Suatu hari Nabi Muhammad SAW menemuiku. Ia berkata, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu (yang dapat kumakan)?’ Kami jawab, ‘Tidak.’ ‘Kalau begitu aku puasa saja,’ kata Nabi. Tetapi pada hari lain, Rasul pernah menemui kami. Kami katakan kepadanya, ‘Ya rasul, kami memiliki hais, makanan terbuat dari kurma dan tepung, yang dihadiahkan oleh orang.’ ‘Perlihatkan kepadaku meski aku sejak pagi berpuasa,’ kata Nabi. Ia lalu memakannya,’” (HR Muslim).

Syaratnya, sejak waktu subuh tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, bersetubuh atau berhubungan suami istri, atau muntah dengan sengaja, merokok, haid/nifas, memasukkan benda ke dalam tubuh secara sengaja, mengeluarkan air mani secara sengaja dan murtad atau keluar dari Islam, merokok.

Bacaan niat

Berikut bacaan niat puasa Senin dan Kamis

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved