Breaking News:

Berita Lamongan

Kerugian Korban Investasi Bodong di Lamongan Sentuh Rp 6 Miliar, Modusnya Ternyata Gali Tutup Lubang

Ketika ada member baru, uang yang disetorkan ternyata digunakan untuk menutup modal (membayar) member yang lama.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Samudra Zuhrotul Bilad (21) tersangka investasi bodong dihadirkan di hadapan wartawan di Polres Lamongan, Kamis (13/1/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Korban Samudra Zuhrotul Bilad (21), owner invetasi bodong, bertambah. Hingga hari kelima sejak tersangka diamankan, penyidik berhasil mengendus sebanyak 9 reseller dari Lamongan dan Tuban.

Hasil perkembangan penyelidikan, Kamis (13/1/2021), masing-masing ada dua reseller di Tuban dan tujuh lainnya di Lamongan. Sementara kerugian yang dialami korban-korbannya, yang dikuatkan dengan masuknya dana ke rekening Bilad, bertambah menjadi Rp 6 miliar.

"Kalau yang melapor baru ada empat korban," kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana didampingi Kasat Reskrim, AKP Yoan Septi Hendri, Kamis (13/1/2022).

Sementara Bilad yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kini mendekam di sel tahanan polres. Praktik Bilad dalam menawarkan investasi yang dijalankan cukup sederhana, hanya melalui Whatsapp (WA).

"Yang bersangkutan selaku owner menawarkan investasi melalui WA. Dan setiap orang yang menitipkan uang dalam nominal tertentu, dijanjikan bahwa dalam jangka waktu tertentu akan mendapatkan profit dalam jumlah tertentu (semakin banyak)," terang Miko.

Namun pada praktiknya, Bilad hanya memberikan profit kepada para korban saat awal saja. Sehingga mereka yang merasa sudah menitipkan uangnya, dan merasa telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Bilad, lantas melapor ke polisi.

"Ketika ada member baru, uang yang disetorkan ternyata digunakan untuk menutup modal (membayar) member yang lama. Begitu modusnya," ungkap Miko.

Di situ Bilad menawarkan beberapa slot, yang disebut dengan slot 10, slot 15 kemudian slot 20 dan slot 25. Sebagai contoh, ketika seorang member menitipkan uang Rp 200.000 maka dalam jangka waktu 10 hari, akan mendapatkan uang Rp 300.000, yang terdiri dari uang pokok Rp 200.000 dan keuntungan Rp 100.000," tuturnya.

Tersangka mengaku bahwa uang dari para member akan dipakai untuk trading agar mendapatkan keuntungan. Namun pada praktiknya, keuntungan yang diperoleh para member ternyata bukan berasal dari hasil usaha, melainkan berasal dari perputaran uang para member lainnya.

"Jadi semacam gali lubang, tutup lubang terus. Ketika ada yang mendaftar sebagai member baru, maka uang dari member baru itulah yang digunakan untuk memberikan keuntungan kepada member sebelumnya," ujar Miko.

Ditanya terkait jumlah member investasi bodong miliknya, Bilad mengaku tidak memiliki data rinci. "Saya tidak punya catatan (daftar member), tetapi langsung yang daftar dari WA," ucap Bilad dalam rilis ungkap kasus investasi bodong di Polsek Babat, Lamongan.

Sementara Miko berharap, bagi orang yang merasa dirugikan dalam agenda investasi Bilad agar segera melapor ke kepolisian. Termasuk bagi mereka yang merasa dirugikan dan telah menyetorkan uangnya kepada para reseller 'Invest Yuk' yang dijalankan Bilad.

"Kami akan melakukan pemeriksaan saksi lain, dan masih akan melakukan pengembangan kasus. Sebab tidak menutup kemungkinan tersangkanya bertambah," kata Miko.

Atas tindakan yang dilakukan, pihak kepolisian menjerat Bilad dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved