Breaking News:

Berita Lamongan

Kapolres Lamongan dan Keluarga Bojonegoro yang Ngaku Korban Salah Tangkap Berakhir Islah

Kesalahpahaman anggota Polres Lamongan dengan keluarga Satria Galih Wismawan berakhir islah (damai) di Mapolsek Babat

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Rudy Hartono

SURYA.co.id lLAMONGAN - Kesalahpahaman yang terjadi antara anggota Polres Lamongan dengan keluarga Satria Galih Wismawan (32) menantu dari Andrianto (63) sekaligus suami almarhumah Maria Ulfa Dwi Andreani warga jalan Patimura Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro pada 28 Desember 2021 akhirnya islah.

Saling memaafkan Kapolres, AKBP Miko Indrayana dalam hal ini Polres Lamongan dengan keluarga Andrianto dilakukan Mapolsek Babat, Kamis (13/1/2022)

"Memang benar pada tanggal 28 Desember 2021. Kami Polres Lamongan melaksanakan serangkaian tindakan kepolisian yang menimpa keluarga mas Satria dan pak Andrianto," kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana dengan didampingi keluarga asal Bojonegoro.

Dikatakan, waktu itu keluarga Andrianto diaku sedang dalam suasana duka, karena ada keluarga yang dipanggil Allah.  Namun demikian anggota di lapangan terjadi kesalahpahaman dengan pihak keluarga Satria.

"Setelah mengetahui membawa jenazah kami mempersilahkan pihak keluarga melanjutkan perjalanan di Bojonegoro," katanya.

Baca juga: 3 Fakta Warga Bojonegoro Jadi Korban Salah Tangkap Polisi: Lapor ke Mabes Polri, Kapolres Minta Maaf

Baca juga: Pengakuan Andrianto, Korban Salah Tangkap Polisi di Lamongan: Saya Tak Merasa Seperti yang Dituduh

Setelah itu, beredar kabar di medsos bahwa yang terjadi  kasus penangkapan  narkoba dan pelaku terorisme. "Dan yang beredar di Medsos itu  adalah tidak benar. Karena mas Satria dan pak Andrianto bukan pelaku narkoba ataupun pelaku terorisme," tandasnya.

Pihak kepolisian, kata Miko, tidak pernah mengatakan itu. Dan memunculkan itu adalah informasi di medsos. " Polisi tidak mengatakan apapun, dan hanya melakukan serangkaian  tugas kepolisian," kata Miko.

Atas kejadian itu, yakni munculnya video di medsos tersebut,  pihak keluarga Satria merasa tidak nyaman.  Dan tak lama setelah kejadian tersebut  pihaknya bersama sejumlah PJU Polres datang ke rumah keluarga Andrianto.

Miko datang ke rumah duka dan menyampaikan permohonan maaf, apabila ada tindakan yang berlebihan oleh anggota yang dilakukan di lapangan.

"Kami sowan ke pihak keluarga,  apabila ada anggota kami yang tidak berkenan atas tindakan kami. Dan sepakat saling memaafkan atas kesalahpahaman ini, " katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved