Breaking News:

Berita Bangkalan

Dipelopori UTM Bangkalan, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Halal Center sebagai Realisasi KIHI di Madura

pengembangan KIHI selaras dengan tatanan hidup masyarakat, adat istiadat, agama, dan budaya masyarakat Madura

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Wakil Presiden RI, Prof DR (HC) KH Ma’ruf Amin disambut Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr Drs EC H Muh Syarif saat meresmikan Halal Centre UTM, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Kamis (13/1/2022). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Di tengah upaya pemerintah memacu pengembangan industri halal dalam negeri melalui pembentukan Kawasan Industri Halal Indonesia (KIHI), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan berada di garda terdepan untuk menjadikan Pulau Madura sebagai KIHI serta Kawasan Ekosistem Halal Indonesia (KEHI).

Kesiapan UTM menjadi pelopor KIHI dan KEHI di Madura itu sudah dimulai sejak lama lewat beragam hasil penelitian dan inovasi berbasis klaster. Dan kesiapan UTM menjadikan Madura salah satu lokasi KIHI dan KEHI dipertegas Wakil Presiden (Wapres) RI, Prof DR (HC) KH Ma’ruf Amin dengan meresmikan Halal Centre di Kampus UTM, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Kamis (13/1/2022).

Rektor UTM, Dr Drs EC H Muh Syarif mengungkapkan, pengembangan KIHI di Madura selaras dengan tatanan hidup masyarakat, adat istiadat, agama, dan budaya masyarakat Madura yang memegang teguh keyakinan agama sebagai norma hidup sehari-sehari.

“Termasuk demografis kependudukan yang mayoritas penduduk beragama Islam dengan tingkat ketaatan pada Syariat Islam sangat tinggi,” ungkap Syarif di hadapan Wapres RI, KH Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Selama ini Pusat Penelitian dan Inovasi (Puslit) yang berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UTM, telah melakukan pemetaan lokasi dan banyak menghasilkan penelitian produk inovatif untuk menginisiasi terbentuknya KIHI berbasis produk unggulan Madura.

Inisiasi pengembangan KIHI yang telah dimplementasikan oleh UTM antara lain; Kawasan Industri Halal (KIH) Produk Olahan Garam Madura di Pandewu, Kabupaten Pamekasan yang dirancang sebagai sebuah kawasan untuk pengembangan ekosistem industri olahan berbasis garam Madura dan perekonomian yang menghasilkan beberapa produk halal berbahan baku Gram Madura.

Selanjutnya, KIH Produk Olahan Daging Sapi di Waru, Kabupaten Pamekasan sebagai kawasan yang dirancang untuk mengembangkan ekosistem industri olahan berbasis daging sapi Madura dan perekonomian yang menghasilkan produk-produk halal berbahan baku sapi Madura.

Juga KIH Produk Olahan Rempah di Kapedi, Kabupaten Sumenep, yang dirancang sebagai sebuah kawasan untuk mengembangkan ekosistem industri olahan berbasis rempah Madura, menghasilkan produk-produk halal berbahan baku rempah Madura.

“Hasil pemetaan komoditas rempah di Madura adalah cabai jamu, jahe, kunyit, laos, temulawak, temukunci, temulawak, kayu putih, lada, asam Jawa, kencur, serai, tembakau, ketumbar, akar wangi, kumis kucing, pegagan, sirih, pinang, vanili, dan kemiri,” jelas Syarif.

Selain itu, masih ada KIH Produk Olahan Jagung di Desa Alang-alang, Kabupaten Bangkalan yang dirancang sebagai sebuah kawasan dengan sistem dan fasilitas untuk mengembangkan ekosistem industri olahan berbasis jagung Madura dan perekonomian yang menghasilkan produk-produk halal berbahan baku jagung Madura.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved