Breaking News:

Berita Surabaya

Begini Langkah Pemkot Surabaya dalam Mengantisipasi Penyakit Menular DBD

Dinkes Kota Surabaya, melakukan sejumlah langkah dalam mengantisipasi penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pahlawan.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Istimewa/Freefik @jcomp
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, melakukan sejumlah langkah dalam mengantisipasi penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, didapatkan peningkatan laporan kasus demam dengan gejala yang mengarah ke diagnosa infeksi virus Dengue dari beberapa rumah sakit, tetapi masih perlu diverifikasi untuk penegakan diagnosa sebagai kasus DBD.

"Hal ini dilakukan untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus dan sebagai respon cepat penanganan apabila kasus terkonfirmasi DBD. Sejauh ini, ada 3 kasus," ujar Nanik, Kamis (13/1/2022).

Dengan kondisi cuaca saat ini, lanjut Nanik, di mana musim penghujan disertai terik matahari yang cukup tinggi, panas dan lembab menjadi saat yang sangat rawan terjadi peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi vektor penular virus Dengue. Sehingga potensi terjadi peningkatan kasus.

"Upaya antisipasi kami berkoordinasi dengan seluruh faskes di Kota Surabaya untuk segera melaporkan kasus demam dengan gejala yang menyerupai kasus DBD," terangnya.

Kemudian, kata Nanik, berkoordinasi dengan Camat dan Lurah untuk menggerakkan semua elemen masyarakat dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan melakukan pemantauan di wilayah kerjanya.

"Optimalisasi peran kader kesehatan. Penanggulangan secara cepat kasus konfirmasi DBD dengan penyelidikan epidemiologi untuk memutus mata rantai penularan dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam sejak laporan diterima," jelasnya.

Nanik juga menambahkan, pembagian Larvasida ke masyarakat untuk pemberantasan jentik di tempat penampungan air yang sulit dikuras

"Perlu peran kader kesehatan memantau kondisi jentik di lingkungan pemukiman wilayahnya secara rutin 1 minggu sekali. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan melalui PSN 3M plus," bebernya.

"Melakukan surveilans berbasis masyarakat apabila ada laporan terduga DBD di wilayahnya dan mengkoordinasikan dengan puskesmas setempat," tuntasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved