Breaking News:

Modus Baru Penyelundupan Ribuan Burung Asal Kalimantan Tengah Digagalkan Balai Karantina Pertanian

Karantina Pertanian Surabaya  berhasil menggagalkan pemasukan ribuan ekor burung kicau dari Bahaur, Kalimantan Tengah.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Rudy Hartono
surya/fikri firmansyah
Plt. Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih (pegang microphone) saat menjelaskan kesuksesan BBKP Surabaya dalam menggagalkan penyelundupan ribuan burung asal Kalteng, Rabu (12/1/22). 

SURYA.co.id|SURABAYA - Ilegal bisnis satwa masih membayangi Indonesia. Tak terkecuali di awal tahun 2022 ini. Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya atau biasa disebut Karantina Pertanian Surabaya kembali berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan burung asal Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sub koordinator bidang pengawasan dan penindakan Karantina Pertanian Surabaya, Hutri Widarsa mengatakan, pada Selasa (11/1/2022) pukul 23.00 WIB, pejabat Karantina Hewan - Karantina Pertanian Surabaya  berhasil menggagalkan pemasukan ribuan ekor burung kicau dari Bahaur, Kalimantan Tengah.

"Berdasarkan pengakuan pemilik ribuan burung yang diselundupkan terdiri dari  burung yang dilindungi antaranya burung Beo 13 ekor, Srindit 163 ekor, Pleci 38 ekor, Cucak ijo 19 ekor dan Cililin 10 ekor.

Sedangkan burung yang tidak dilindungi antaranya burung  Kolibri 2.000 ekor,Jalak kebo 180 ekor, anis kembang 120, murai batu 69 ekor, kapas tembak 63 ekor, tledekan 40 ekor, cucak biru 2 ekor dan cucak jenggot 2 ekor. Dengan total keseluruhan burung yang diselundupkan sebanyak 2.719 ekor.

Burung-burung tersebut, total ditaksir bernilai ekonomis Rp150.000.000. Satwa-satwa ini di angkut menggunakan KMP Drajat Paciran dari Pelabuhan Bahaur, Kalimantan Tengah dengan tujuan pemasukan Pelabuhan Paciran, Jawa Timur," jelas Hutri, Rabu (12/1/2022).

Dikatakannya pula, Pelabuhan Paciran memang merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan yang vital dalam lalulintas manusia maupun komoditas pertanian dari Jawa Timur (Jatim) ke Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Pulau Bawean.

Adapun untuk kronologinya, ia menjelaskan, setelah menerima informasi masyarakat, pejabat dari pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pengawasan di pelabuhan paciran.

"Tim melakukan penyisiran di seluruh ruangan dalam kapal dan ditemukan ada kendaraan yang memuatkan puluhan kemasan kardus, keranjang plastik yang diduga berisi burung ke dalam mobil. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar burung sesuai target," imbuh Hutri.

Secara terpisah, Plt Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih mengatakan, modus dan pelabuhan pemasukan penyelundupan burung ini terbilang baru.

"Dimana satwa-satwa tersebut di sembunyikan di dalam kemasan kardus, keranjang plastik dan kayu yang ditaruh di dek mesin dan dek  kapal paling bawah. Setelah kapal sandar, maka kemasan tadi dipindahkan kedalam mobil yang menjemput di pelabuhan.

Namun demikian, berkat kesigapan pejabat karantina di lapangan penyelundupan ini berhasil digagalkan," tambah Cicik.

Cicik juga mengatakan, tindakan ini sendiri telah melanggar UU No.21 tahun 2019  tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan pasal 88  dengan Ancaman pidana maksimal 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

“Saya memberikan apresiasi kepada pejabat karantina di lapangan serta semua instansi terkait yang telah membantu keberhasilan penggagalan penyelundupan ini.

Saya berharap masyarakat semakin sadar untuk turut menjaga kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia demi anak cucu kita," tutup Cicik.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved