Breaking News:

Berita Surabaya

Inilah Skema dan Jadwal Vaksin Booster Gratis di Surabaya

Dengan tingginya persentase warga yang telah divaksin dosis pertama maupun kedua, Kota Surabaya siap untuk menerima vaksin ketiga atau vaksin booster.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Petugas sedang memberikan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Setelah menuntaskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pertama dan kedua, kini Surabaya tengah memulai vaksinasi ketiga atau vaksin booster. Bahkan, layanan vaksin gratis itu bisa dilayani di puskesmas.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji meminta masyarakat memanfaatkan layanan vaksin tersebut. Akan disusun jadwal dan skemanya.

"Dinkes telah menyusun skema vaksin booster. Diawali untuk lansia dan kelompok rentan sambil menunggu stok vaksin dari pusat," katanya, Rabu (12/1/2022).

Sebagaimana keinginan Pemerintah Pusat, vaksin dosis ketiga itu bisa segera dimanfaatkan secara gratis. Pemkot juga tengah menyusun teknis pemberian vaksin.

Ada sejumlah teknis yang saat ini menunggu arahan Pemerintah Pusat. Di antaranya, jumlah stok vaksin yang diberikan kepada masing-masing daerah, waktu kedatangan vaksin, jenis vaksin hingga teknis vaksinasi untuk masing-masing kategori.

Wawali Cak Ji menyebutkan, bahwa capaian vaksinasi di Kota Surabaya telah melampaui target Nasional. Tercatat dosis 1 mencapai 2.847.174 atau 128,36 %. Dosis 2 mencapai 2.263.572 atau 102,05 % (Sumber Dashboard Vaksi Kemenkes).

Dengan tingginya persentase warga yang telah divaksin dosis pertama maupun kedua, Kota Surabaya siap untuk menerima vaksin ketiga atau vaksin booster.

Cak Ji menyampaikan, hal tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo, bahwa vaksin booster diutamakan dahulu untuk kelompok Lansia dan rentan untuk mengantisipasi mutasi virus Covid-19 dalam berbagai varian.

Pria yang juga politisi senior PDIP itu menyampaikan kabar gembira. Bersyukur pasca Tahun Baru 2022 di Kota Surabaya tidak ada lonjakan kasus Covid-19. Artinya masyarakat mematuhi anjuran pemerintah kota sehingga kondisi demikian mendukung agenda pemulihan ekonomi yang telah di canangkan.

Tercatat pada 11 Januari 2022 hanya terdapat 7 Kasus Aktif, kumulatif angka positif sebesar 67.096, kesembuhan mencapai 64.531 dan meninggal 2.558.
"Semakin kondusif semakin cepat pemulihan ekonomi kita," kata Cak Ji.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved