Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Angka Kematian Ibu dan Stunting Jadi Tantangan dari Khofifah untuk Kepala BKKBN Jatim yang Baru

Secara spesifik Gubernur Khofifah menyebut soal stunting dan juga angka kematian ibu hamil yang hingga kini masih tinggi.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan dan pengukuhan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (10/1/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan tantangan saat memberikan arahan dalam kegiatan pelantik dan pengukuhan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jatim, Maria Ernawati di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (10/1/2022).

Secara spesifik Gubernur Khofifah menyebut soal stunting dan juga angka kematian ibu hamil yang hingga kini masih tinggi. Dua hal itu ia harapkan bisa mendapatkan intervensi signifikan bersama BKKBN ke depan.

Sebagaimana diketahui, saat ini angka stunting di Jatim ada di angka kisaran 23,5 persen. Sedangkan pemerintah pusat menargetkan angka stunting Jatim bisa turun hingga 14 persen di tahun 2024.

"Bersama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, saya harap BKKBN dapat memberikan kontribusi lebih signifikan lagi dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting sesuai target nasional ke angka 14 persen di tahun 2024,” kata Khofifah.

Menurutnya, peran BKKBN dalam percepatan penurunan stunting melalui pembentukan tim pendamping keluarga sangat fundamental. BKKBN Jatim bisa memberikan dukungan pada layanan intervensi spesifik, maupun sebagai penanggung jawab dalam layanan intervensi sensitif.

Khofifah berharap, BKKBN Jatim dapat melakukan pendekatan multi sektoral yang terintegrasi untuk penanganan penurunan stunting baik bersama dengan TP PKK, tenaga kesehatan dan instansi terkait lainnya. BKKBN bisa bersinergi dalam mengidentifikasi dan mendampingi keluarga-keluarga berisiko stunting agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain permasalahan stunting, Gubernur Khofifah juga menyinggung soal Angka Kematian Ibu (AKI).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, semenjak pandemi Covid-19, Angka Kematian Ibu di Jawa Timur terjadi peningkatan yang signifikan.

Di mana pada tahun 2020 tercatat ada sebanyak 565 kasus ibu hamil meninggal dunia. Angka itu meningkat jika dibandingkan tahun 2019 sebanyak 529 kasus. Peningkatakan angka kematian itu disebabkan karena Covid-19.

Sedangkan Angka Kematian Bayi di Jatim disyukurinya menunjukkan tren menurun tahun 2018 sebanyak 4028 kasus, tahun 2019 sebanyak 3864 dan tahun 2020 sebanyak 3611 kasus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved