Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Belum Bisa Zero Banjir, Berikut Saran dari Anggota Komisi C DPRD

Warga bisa berperan serta menjaga agar Kota Surabaya tidak terendam banjir, harus bekerja sama dengan tidak membuang sampah di saluran air.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusuma. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Akibat curah hujan tinggi dengan durasi lama pada Jumat (7/1/2022) kemarin petang, bisa dipastikan sejumlah wilayah di Surabaya tergenang banjir. Bahkan, baru kali ini jantung kota ikut tergenang.

Mulai dari wilayah Embong Malang, Basuki Rahmat, Bubutan dan sejumlah ruas jalan protokol lain terendam air.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusuma mengaku selalu mendengar alasan terjadinya genangan di Kota Surabaya karena kapasitas pompa air.

Selama tidak ada penanganan banjir yang menyeluruh terkait saluran air, pompa air, perilaku dukungan warga kota hingga penanganan wilayah pesisir, Surabaya sulit nol atau zero banjir.

“Di Kota Surabaya pasti akan ada selalu wilayah yang tergenang, selama penanganan banjirnya tidak menyeluruh. Harus saling bekerja sama antara warga masyarakat, Pemerintah Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur," kata William yang juga anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya, Sabtu (8/1/2022)

Menurut William, sebenarnya penanganan saluran sudah baik dan dibersihkan secara rutin. Di sinilah warga bisa berperan serta menjaga agar Kota Surabaya tidak terendam banjir. Warga harus juga bekerja sama dengan tidak membuang sampah di saluran air.

Mengenai pompa, awal tahun lalu, anggota Komisi C ini telah mengusulkan penambahan kapasitas pompa dan memaksimalkan kemampuan pompa. Dari pantauan di lapangan, sebagian besar pompa di Rumah Pompa yang ada di Surabaya masih bisa dimaksimalkan.

"Itu sudah saya sampaikan ke dinas terkait. Memang semua nyala 24 jam dan sebelum hujan, tapi setelah melihat spesifikasi pompa di lapangan menurut saya kapasitas pompanya masih bisa dimaksimalkan lagi," kata William yang pernah bekerja sebagai desainer pompa.

Tentang kapasitas maksimal pompa yang sudah terpasang, dia menyarankan agar Pemerintah Kota Surabaya memanggil principal pompa yang digunakan supaya lebih memaksimalkan kapasitas pompa yang ada.

Penanganan wilayah pesisir perlu ada kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menata wilayah pesisir. Supaya tidak terjadi banjir rob serta ada solusi saat curah hujan tinggi dan air laut sedang pasang naik.

Kalau air laut sedang pasang, lanjut William, tentunya air akan susah dialirkan ke laut. Nah ini harus ada solusi yang dipikirkan bersama pemkot dan pemprov.

“Untuk jangka pendeknya, maksimalkan kemampuan pompa. Naikkan kapasitas pompa. Panggil segera principal penyedia pompa kalau takut pompanya rusak," tandas William.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved