Berita Entertainment

BIODATA Ivanka Suwandi, Pemeran Karina di Ikatan Cinta yang Jadi Korban Mafia Properti Rp 3,8 Miliar

Berikut ini profil dan biodata Ivanka Suwandi, pemeran mama Karina atau Ibu Chandra di sinetron Ikatan Cinta yang menjadi korban mafia properti. 

Editor: Musahadah
Instagram
Ivanka Suwandi, pemeran mama Karina di Sinetron Ikatan Cinta yang menjadi korban mafia properti senilai Rp 3,8 Miliar. 

SURYA.CO.ID,  JAKARTA - Berikut ini profil dan biodata Ivanka Suwandi, pemeran mama Karina atau Ibu Chandra di sinetron Ikatan Cinta yang menjadi korban mafia properti. 

Di kasus ini Ivanka Suwandi mengalami kerugian sebesar Rp 3,8 M.

Kerugian ini dihitung dari dua rumah yang dijual tanpa sepengetahuan dirinya di daerah Badung, Denpasar, Bali.

Belum lama ini, Polda Bali dikabarkan telah menetapkan tersangka atas kasus tindak pidana penipuan jual beli properti senilai puluhan miliar rupiah.

Penetapan tersangka dilakukan usai proses penyidikan dari pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali terhadap sejumlah pihak yang terlibat.

Baca juga: POTRET Apartemen Mewah Cassandra Angelie, Pemeran Vera Ikatan Cinta yang Terjerat Kasus Prostitusi

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi Tribun Bali perihal perkembangan kasus ini, pada Jumat 7 Januari 2021.

"Benar, bahwa Ivanka Suwandi lapor di Polda Bali terkait penipuan jual beli properti. Saat ini kasus sudah sidik dan penetapan tersangka," kata Syamsi.

Kuasa hukum Ivanka Suwandi, Surahman merasa bingung atas penetapan tersangka dalam kasus kliennya Ivanka Suwandi.

Surahman mengatakan pihaknya belum menerima informasi terkait penetapan tersangka yang dikatakan oleh Kabid Humas Polda Bali beberapa waktu lalu.

Lantas, pihaknya segera menghubungi tim penyidik untuk memastikan kabar baik tersebut, ia diminta untuk meminta mengkonfirmasi terkait pemberitaan yang beredar.

"Sehubungan dengan hal tersebut saya langsung konfirmasi kepada penyidiknya pak Eddy Susilo, jadi kemarin memang sempat lost kontak dengan beliau karena katanya rapat bahkan penyidik sendiri balik tanya silahkan konfirmasi ke medianya lah ko saya diarahkan ke media," kata Surahman kepada Tribunnews, Sabtu (8/1/2022).

Kemudian Surahman mempertanyakan penetapan tersangka tersebut kepada tim penyidik.

"Saya pertanyakan lagi dipenyidiknya Pak Eddy bisa engga saya minta SP2HP demi kepentingan hukum klien saya yang kedua apa benar penetapan tsk dari kabid humas Polda Bali benar atau salah?," kata Surahman.

"Terus terang kami belum menetapkan tersangka," lanjut Surahman menirukan tim penyidik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved