Breaking News:

Berita Surabaya

Ada Ratusan Sumur Tandon Tersebar di Kota Surabaya, Disebut untuk Bantu PMK Tangani Kebakaran

Sebanyak 384 sumur tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya, kapasitas setiap sumur bisa menampung air hingga 10 ribu liter.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Salah satu sumur tandon pemadam kebakaran di Dukuh Kupang Barat, Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 384 sumur tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya. Keberadaan sumur tandon ini bertujuan untuk membantu kerja Petugas Pemadam Kebakaran dalam menjinakkan si jago merah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Dedik Irianto menerangkan, untuk spesifikasi sumur kapasitasnya bisa menampung air hingga 10 ribu liter. Pengisiannya melibatkan kerja sama dengan PDAM untuk menyambungkan dan mengisi tandon.

"Jadi untuk mengisi 10 ribu liter ini butuh waktu dua menit harus penuh. Karena untuk percepatan, apabila mau mengisi unit ketika terjadi kebakaran di suatu lokasi, kemudian sumur yang terdekat begitu diambil dua menit harus diisi lagi. Karena diambil untuk unit lain," ujarnya, Sabtu (8/1/2021).

Lebih lanjut Dedik menjelaskan, letak sumur biasanya di tepi jalan agar mudah dijangkau oleh petugas. Kemudian, jarak sumur satu dengan lainnya minimal satu kilo meter. Sumur ini bukanlah galian.

"Jadi itu tandon air sumur pemadam yang di-support PDAM," tegasnya.

Disinggung penambahan jumlah, Dedik menuturkan, pihaknya masih melihat kajian guna menentukan titik mana yang perlu dipasang.

"Dan jarak terdekat minimal satu kilometer. Kalau satukilo meter terdekat sudah ada sumur, jadi tidak perlu dibuat. Atau dari sungai dan danau. Jumlah air untuk memadamkan banyak, bisa dari sungai bozem, atau hydrant dekat mal maupun hotel," sambungnya.

Mengingat hotel dan mal diwajibkan memiliki hydrant, lanjut Dedik, sehingga bisa dimanfaatkan. Jika jauh dari jangkauan bisa dibantu pembuatan sumur.

Dedik juga berpesan kepada masyarakat Kota Surabaya supaya lebih waspada terhadap segala bentuk kejadian atau peristiwa, dengan menelepon Command Center 112.

"Jadi asumsi musim penghujan sedikit kebakaran. Asumsi seperti itu di saat musim hujan memang cenderung menurun. Yang menurun itu kebakaran di lahan terbuka. Tapi untuk kebakaran gedung bukan berarti tidak ada sama sekali. Justru masih terjadi meskipun musim penghujan," jelasnya.

"Tolong diwaspadai terjadinya kebakaran, apalagi sebentar lagi aktivitas perekonomian sudah pulih. Ini kami harapkan kewaspadaan di rumah tetap ada, karena kemarin begitu jumlah kejadian kebakaran rumah menurun drastis karena orang masak ditungguin. Sebelumnya sering kejadian kebakaran karena orang masak ditinggal. Tetap waspada kejadian kebakaran," tuntasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved