Kamis, 23 April 2026

Surya Militer

Siap Meski Harus Hadapi KKB Papua, Pasukan Baret Jingga Yonko 462 Paskhas TNI AU Segera Berangkat

Pasukan baret jingga dari Yonko 462 Paskhas TNI AU akan segerang diberangkatkan untuk bertugas di Papua. Siap meski harus hadapi KKB Papua.

paskhas.mil.id
Siap meski harus hadapi KKB Papua, Pasukan Baret Jingga Yonko 462 Paskhas TNI AU Segera Diberangkatkan. 

SURYA.co.id - Pasukan baret jingga dari Yonko 462 Paskhas TNI AU akan segerang diberangkatkan untuk bertugas di Papua.

Meski tugas mereka adalah Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG, tapi tak menutup kemungkinan akan menghadapi aksi teror KKB Papua.

Terlebih lagi, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) baru-baru ini menyatakan siap melanjutkan perang di tahun 2022.

Meski demikian, pasukan Yonko 462 Paskhas TNI AU tetap siap dan segera berangkat ke wilayah penugasannya di Papua.

Melansir dari laman paskhas.mil.id, bertempat di halaman depan Makoyonko 462 Paskhas, Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas Letkol Pas Muhammad Junaidi memimpin Apel pelepasan prajurit Yonko 462 Paskhas dalam rangka penugasan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG Kewilayahan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Senin (03/01/2022).

Pada pelaksanaan apel pelepasan pemberangkatan tersebut Danyonko 462 Paskhas dalam amanatnya menyampaikan untuk menjaga nama baik satuan.

“Dalam pelaksanaan penugasan selalu jaga nama baik satuan.

Karena tugas itu merupakan suatu kehormatan, tugas itu adalah merupakan harga diri kita dan  harga diri satuan, tugas itu merupakan suatu kebanggaan, jadi saya harapkan kepada prajurit Yonko 462 Paskhas agar dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik” uja Danyonko 462 Paskhas.

“Dimanapun bertugas, bersama satuan apapun lakukan setiap penugasan sebaik – baiknya.

Jadikan kalian itu menjadi satu tim yang utuh solid jangan ada perpecahan sehingga kalian akan sanggup melaksanakan tugas kalian dengan baik”. tambahnya.

Ikut dalam pengantaran tersebut Wadanyonko 462 Paskhas Mayor Pas Dendra Istiana Dharma, Para Perwira, Dansimayon, Ketua pengurus PIA Ardhya Garini 01-4/G.IV Yonko 462 Paskhas Ny. Nidia Junaidi beserta Pengurus dan keluarga besar Yonko 462 Paskhas.

Satgas Lanud Paskhas Segera Bertugas

Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan Satgas Lanud Yonko 469 Paskhas.

Satgas Lanud Yonko 469 Paskhas akan melaksanakan berbagai rangkaian tahapan sebelum diberangkatkan melaksanakan tugas operasi pengamanan bandara daerah rawan Papua.

Salah satu rangkaian yang harus dilalui yakni pemeriksaan kesiapan operasi (Riksiapops) yang dilakukan secara bertahap dan bertingkat.

Asops Kasau Marsekal Muda TNI M. Khairil Lubis, Dankorpaskhas Marsda Eris Widodo, Danwing III Paskhas Kolonel Pas Deni Ramdani, Asops Korpaskhas Kolonel Pas S. Tambunan, beserta rombongan dari Mabesau dan Korpaskhas melaksanakan pengecekan sekaligus Riksiapops Satgas Pam bandara rahwan Papua di lapangan Yonko 469 Paskhas Pancawara , Kamis (23/12/2021).

Ilustrasi Paskhas TNI AU Pasukan Elite yang Tak Tumbang Diserang KKB Papua. Sejarah dan kehebatan mereka ada di artikel ini
Ilustrasi Paskhas TNI AU Pasukan Elite yang Tak Tumbang Diserang KKB Papua. Sejarah dan kehebatan mereka ada di artikel ini (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Usai menerima paparan dari Danyonko 469 Paskhas Selaku Dansatgas Letkol Pas Ronni Cahyo Setiawan, Asops Kasau langsung menuju lapangan Pancawara untuk mengambil apel gelar perlengkapan.

Yang diikuti oleh seluruh jajaran satgas dan diikuti gelar secara virtual dari yonko 467 paskhas, yonko 462 paskhas, yonko 465 paskhas, dan Pusdiklat paskhas.

Asops Kasau didampingi Dankorpaskhas dan rombongan mengecek semua perlengkapan Satgas mulai perlengkapan perorangan maupun kelompok.

Setelah apel gelar pasukan dilanjutkan kegiatan makan siang bersama prajurit, dan foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman, selanjutnya Yonko 469 Paskhas siap untuk melaksanakan penugasan di wilayah Papua dan Papua Barat.

Sekadar diketahui, pasukan Paskhas yang dikenal dengan baret jingga ini merupakan pasukan dari TNI dari matra udara, atau TNI AU.

Paskhas TNI AU merupakan pasukan tempur yang bersifat infantri dengan format organisasi tempur yang khas bagi kebutuhan matra udara.

Paskhas TNI AU menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem senjata matra udara.

Paskhas memegang predikat pasukan khusus Angkatan Udara satu-satunya dan berkuliafikasi terlengkap di dunia.

Dikutip dari buku "All In One Tes Masuk TNI Polri 2015" karangan Tim Edukasi Indonesia, Paskhas TNI AU memilliki berbagai kemampuan tempur khas matra udara.

Seperti dilansir dari Tribun Batam dalam artikel 'Kehebatan Paskhas TNI AU, Jarang Terdengar Tapi saat Beraksi Bikin Pasukan Elite Negara Lain Melongo'

Di antaranya Pengendali Tempur (Dalpur), Pengendari Pangkalan (Dallan), SAR Tempur, jumping Master, Pertahanan Pangkalan yang memiluputi pertahanan horizontal (Hanhor) dan pertahanan vertikal (Hanver), Penangkis Serangan Udara, jungle warvare, air assault (mabod), raid operation hingga kemampuan anti teros aspek udara yang dikenal sebagai ATBARA (anti Pembajakan Udara).

Meski lekat dengan udara, Paskhas TNI AU juga mahir untuk bertempur di hutan, perkotaan, laut maupun pantai.

Ketangguhan prajurit Paskhas TNI AU ini ditakuti dunia bahkan oleh tentara negara maju sekelas Australia. 

Diketahui pasukan berkekuatan luar biasa ini satuan paling minim informasinya, makanya sering membuat musuh susah untuk menebaknya.

Pasukan ini dikenal pula sebagai Korps Baret Jingga, mengingat baret yang digunakan berwarna jingga.

Paskhas memang Pasukan Khas. Kekhasannya atau ciri khasnya adalah terdapat pada kemampuan para personel pasukan itu untuk mengoperasikan bandara atau pangkalan udara.

Sebagai pasukan elit andalan TNI AU tugas utama Paskhas adalah menjaga pangkalan udara dan semua asetnya.

Dalam peperangan tugas utama mereka juga menguasai pangkalan udara lawan dan kemudian mengoperasikannya.

Itulah kekhasan pasukan Paskhas, yakni kemampuan mengoperasikan pangkalan udara untuk penerbangan pesawat.

Satu-satunya pasukan elit TNI yang bisa mengoperasikan bandara atau pangkalan udara memang hanya Paskhas.

Mereka telah mendapat pelatihan mengoperasikan pangkalan udara secara memadai.

KKB PAPUA SIAP PERANG

Sementara itu, Bendera bintang kejora yang merupakan ciri khas Organisasi Papua Merdeka atau OPM mendadak berkibar di tiga titik di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Tentara pembebasan nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kodap VIII Intan Jaya mengibarkan bendera bintang kejora dengan diiringi suara tembakan.

Aksi ini dilakukan oleh KKB Papua di awal tahun 2022 yakni pada tanggal 1 Januari kemarin.

Pengibaran bendera bintang kejora ini merupakan tanda bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah siap melanjutkan perang di tahun 2022.

Juru bicara komando nasional Tentara Pembebasan Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka, Sabby Sambon, mengatakan pengibaran tersebut sebagai bentuk perang terus berlanjut.

“Itu merupakan signal untuk perang berlanjut,” bebernya dalam pesan singkat, Minggu (2/12/2022) pagi.

Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Awal Tahun 2022 OPM di Papua Kibarkan Bintang Kejora Sebagai Tanda Perang Berlanjut'.

Kata dia usai pengibaran tersebut diawali dengan tembakan peringatan perang di tahun 2022.

Dirinya pun membeberkan pengibaran bendera bangsa Papua yaitu bintang fajar (morning Star the flag of Papua Nation) di  komandai oleh Ruben kobogau, Oni Kobogau, Enos Tipagau, Abeni Kobogau  dan Undius Kogoya komandan operasi KODAP VIII Intan Jaya.

Bahkan ada dua pesan yang ditegaskan oleh  Undius Kogeya yakni:

1. Di tahun 2022 dirinya bersama pasukan akan memperluas daerah operasi perang TPNPB dan minta kodap -kodap lain dari 34 kodap sorong sampai Merauke terus melakukan perjuangan hingga titik darah penghabisan.

2. Pasukan Nasional TPNPB dari Ilaga koalisi dengan kodap VIII Intan Jaya dengan pasukan Undius Kogoya  untuk memperluas daerah operasi TPNPB  di wilayah Intan Jaya.

Di akhir laporannya  Undius Kogeya menambahkan bahwa pihaknya tetap lawan sampai TNI Polri sampai  akhir Kemerdekaan bangsa Papua, dan juga tidak takut pasukan yaitu TNI-Polri.

“Kami masih memiliki hukum perang secara adat dan kami percaya bahwa Tuhan dan roh-roh leluhur bangsa Papua dipihak kami, "ujar Sebby menyampaikan pesan Undius.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved