Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Tinjau Pelaksanaan PTM di SMKN 1 Lumajang, Pantau Prokes dan Sapa Para Siswa

Gubernur Khofifah menjelaskan, ada 24 daerah di Jatim yang telah bisa menjalankan PTM penuh dengan lama 6 jam pelajaran.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMKN 1 Lumajang, Rabu (5/1/2022) pagi. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMKN 1 Lumajang, Rabu (5/1/2022) pagi.

Pasalnya sejak diberlakukan SKB 4 Menteri, seluruh SMA SMK dan SLB di Jatim telah resmi wajib PTM. Dan berdasarkan Inmendagri dan status perkembangan covid-19 di Kabupaten Lumajang, daerah ini masuk kategori dua.

Di mana siswa seratus persen bisa melaksanakan PTM namun dibagi melalui dua shift pembelajaran. Sekolah bisa melaksanakan pembelajaran sebanyak 6 jam dengan per jam pelajaran 45 menit dan 15 menit waktu istirahat dan kantin tidak boleh dibuka.

Dalam peninjauan itu, Gubernur Khofifah turut didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan juga Kadindik Jatim Wahid Wahyudi juga jajaran OPD Pemprov Jatim.

Saat mengunjungi SMKN 1 Lumajang tersebut, Gubernur Khofifah memantau penegakan prokes di setiap kelas, menyapa para siswa dan juga berkesempatan mendampingi siswa langsung saat menjalankan pelajaran praktik.

"SMKN 1 Lumajang ini kalau menurut Inmendagri masuk Kategori kedua. Boleh 100 persen tapi dibagi dua shift. Tetap enam jam pelajaran, 15 menit, tanpa kantin buka. Pentahapan PTM ini harus dilakukan, agar siswa kita tetap bisa mendapatkan pelajaran secara maksimal, tapi di sisi lain kita tetap bisa mengendalikan Covid-19," tegas Khofifah.

Khofifah menjelaskan, ada 24 daerah di Jatim yang telah bisa menjalankan PTM penuh dengan lama 6 jam pelajaran. Kemudian 6 daerah di Jatim yang menjalankan PTM penuh namun dibagi dalam dua shift dengan 6 jam pelajaran, dan ada 8 daerah di Jatim yang menggelar PTM dengan kapasitas 50 persen dan 4 jam pelajaran.

"Memang ada SKB 4 menteri yang ditandatangani Mendiknas, Menkes, Mendagri, dan Menag. SKB ini memberikan kesepakatan bahwa per 3 Januari 2022 PTM sifatnya wajib. Wajib masuk," tegas Khofifah.

Sedangkan Lumajang saat ini capaian vaksinasi dosis kedua bagi guru dan tenaga kependidikan sudah 50 persen. Dan capaian vaksinasi lansianya sudah 50 persen. Maka sudah bisa PTM penuh, namun masih harus dibagi dua shift.
Dengan begini, ia berharap capaian vaksinasi terus digenjot agar ke depan PTM penuh dengan kapasitas 100 persen bisa segera dilaksanakan di Lumajang.

Sebab khusus untuk SMK terutama, menurut Khofifah harus dikejar PTM nya karena sistem pembelajaran di SMK lebih banyak mengedepankan praktek.

Sehingga jika PTM penuh bisa dilakanakan maka diharapkan penyampaian materi bagi siswa SMK juga bisa maksimal.

Saat di sekolah itu, Khofifah berkesempatan mencoba theodolit alat yang digunakan siswa SMKN 1 Lumajang jurusan pemetaan ruang untuk mengetahui titik koordinat dalam mengukur peta bidang.

"Melihat siswa SMK saat ini sungguh membuat kami bangga dengan keterampilan vokasi yang mereka miliki. Rata-rata mereka sudah siap kerja, bukan belajar bekerja. Mereka sudah bercita-cita jadi juragan, bukan karyawan. Semoga dengan PTM ini lulusan SMK kita bisa lebih berkualitas," pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved