Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Siswa Sekolah 24 Daerah di Jatim Masuk Setiap Hari dengan Kapasitas 100 Persen

Pelaksanaan PTM terbatas itu dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Cerme Gresik dan SMAN 1 Cerme Gresik, Selasa (4/1/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kadis Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi dan Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani melakukan peninjauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Cerme Gresik dan SMAN 1 Cerme Gresik, Selasa (4/1/2021).

"Alhamdulillah mulai kemarin seratus persen satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB Jatim sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas", ungkap Gubernur Khofifah.

Menurutnya, pelaksanaan PTM terbatas itu dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada situasi pandemi Covid-19 jenjang SMA/SMK dan SLB di Jawa Timur.

Di mana dalam penyesuaian SKB 4 Menteri terbaru nomor 05/KB/2021, nomor 1347 tahun 2021, HK.01.08/Menkes/6678/2021 dan 443-5847 tahun 2021, mulai Januari 2022 semua satuan pendidikan di level 1, 2 dan 3 diwajibkan melaksanakan PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria dan tidak boleh menambah kriteria yang berat.

Berdasarkan SKB 4 Menteri tersebut, yakni Mendikbudristek, Menkes, Mendagri dan Menag mewajibkan bahwa mulai Senin 3 Januari 2022 satuan pendidikan dapat menggelar PTM hingga 100 persen sesuai dengan kriteria persyaratan yang ditetapkan.

Pengaturan kapasitas peserta didik didasarkan pada jumlah cakupan vaksin dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan di masing-masing satuan pendidikan. Hal tersebut juga berpengaruh pada durasi jam pembelajaran.

Syarat lainnya yakni, cakupan vaksinasi dosis dua bagi warga masyarakat lansia di tingkat Kabupaten/Kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus (kepulauan, pegunungan, dan pedalaman), karena kondisi geografis sesuai Kepmendikbudristek 160/p/2021.

"Jadi bedanya dengan PTM terbatas pada semester satu tahun ajaran 2021/2022, orangtua atau wali murid bisa memilih mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh (pjj). Di semester 2 tahun ajaran 2021/2022 seluruh siswa wajib mengikuti PTM bterbatas," tandas Khofifah.

Jumlah kapasitas peserta didik setiap sekolah, ditegaskan Khofifah, dalam mengikuti PTM terbatas akan berbeda. Tidak sama, karena didasarkan cakupan vaksinasi dosis dua pada guru dan tenaga kependidikan juga warga lansia di daerah setempat.

Tak hanya itu, Khofifah juga menegaskan akan ada sanksi administratif secara tegas dan pembinaan oleh satgas Covid-19 jika terdapat satuan pendidikan yang melanggar protokol kesehatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved