Berita Surabaya
Pakar Ekonom UNAIR: Pergeseran BBM RON Rendah ke RON Tinggi Butuh Waktu 2 Tahun
Pemerintah Indonesia sendiri dikabarkan akan melakukan transisi perpindahan energi ke BBM dengan RON di atas 91 yang lebih ramah lingkungan.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kondisi bumi semakin hari kian mengkhawatirkan. Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memiliki Research Octane Number (RON) rendah, disinyalir menjadi salah satu penyebab dari rentetan pencemaran lingkungan yang terjadi di bumi pertiwi.
Pemerintah Indonesia sendiri dikabarkan akan melakukan transisi perpindahan energi (shifting energy) ke BBM dengan RON di atas 91 yang lebih ramah lingkungan.
BBM Premium (RON 88) akan digantikan dengan BBM Pertalite (RON 90), kemudian BBM Pertalite secara bertahap akan dihapus.
Sehingga, nantinya hanya akan ada BBM Pertamax (RON 91/92) dan BBM Pertamax Turbo (RON 95).
Sepakat dengan rencana pemerintah tersebut, pakar ekonom dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Gigih Prihatono menuturkan, bahwa Indonesia saat ini memang memerlukan energi yang lebih ramah lingkungan.
"Ancaman terhadap perubahan iklim sudah cukup nyata di depan mata. Namun demikian, menurut perkiraan saya, Indonesia membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk benar-benar shifting pertalite,” ungkapnya, Selasa (4/1/22).
Akan tetapi juga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.
"Di mana saat ini Indonesia sedang mengalami proses pemulihan (recovery) dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan daya beli masyarakat di level bawah menjadi turun," imbuhnya.
Gigih menjelaskan, salah satu komponen hajat hidup orang banyak adalah terkait dengan BBM.
Sehingga ketika peraturan tersebut diterapkan tanpa melihat proses recovery yang sedang berjalan, ditakutkan dapat mengurangi atau membebani masyarakat paling miskin.
“Menurut saya, jika shifting premium ke pertalite ini dibuat secara bertahap, tidak akan menjadi terlalu banyak masalah bagi perekonomian masyarakat Indonesia,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pertashop.jpg)