Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Heru Tjahjono: Pemprov Jatim Siapkan Beberapa Format Sambut Kepulangan PMI

Pemprov Jatim terus melakukan koordinasi bersama BNPB dan Forkopimda di Jatim untuk menyiapkan kepulangan Pekerja Migran Indonesia.

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Rapat Koordinasi Kepulangan PMI dan WNI serta Kedatangan WNA yang diselenggarakan di Gedung Otoritas Bandara Wilayah 3, Surabaya, Kamis (30/12/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus melakukan koordinasi bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Forkopimda Jatim, untuk menyiapkan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Bandara Juanda Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan Plh Sekda Prov Jatim, Heru Tjahjono mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Rapat Koordinasi Kepulangan PMI dan WNI serta Kedatangan WNA yang diselenggarakan di Gedung Otoritas Bandara Wilayah 3, Surabaya, Kamis (30/12/2021).

Heru menjelaskan, Pemprov Jatim telah menyiapkan beberapa format untuk menyambut kedatangan para PMI atau Warga Negara Indonesia (WNI) sepulang dari luar negeri, serta Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Jatim.

“Kami telah berkoordinasi untuk menyiapkan sarana dan prasarana bagi PMI yang melakukan isolasi terpusat (Isoter) maupun isolasi mandiri (Isoman)," ujar Mantan Kadiskanla Jatim itu.

Adapun beberapa isoter dan isoman yang di siapkan, antara lain di Asrama Haji Sukolilo dengan ketersediaan 964 bed, LPMP Ketintang dengan ketersediaan 160 bed dan Badiklat Kemenag Jatim dengan ketersediaan 132 bed. Sehingga total bed yang disediakan sebanyak 1.256 unit bed.

Selain itu, lanjut Heru, Pemprov Jatim juga menyiapkan tempat karantina bagi PMI di BPWS Bangkalan Madura dan Asrama Marinir Surabaya.

"Bagi PMI yang hendak melakukan Isoman, PMI telah menyiapkan 6 hotel dengan kapasitas 530 bed. Kemudian non PMI menyediakan 27 hotel dengan kapasitas 1.299 bed," jelasnya.

"Khusus Isoman, biaya ditanggung pribadi selama 14 hari, namun tetap di bawah pengawasan Satgas COVID-19," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, dipilihnya Bandara Internasional Juanda Sidoarjo salah satunya ialah untuk menghindari penumpukan PMI yang turun di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

"Saya dengan Menhub RI menyarankan, agar Jawa Timur (Bandara) dibuka. Kalau tidak dibuka akan kewalahan. Saya meyakinkan Pak Menkomarves, jika saat ini persiapan Jawa Timur sudah siap dibuka. Sebelumnya sudah dilakukan Gladi datangnya pesawat, pengaturan di Bandara dan sebagainya telah tertata baik," ujar Kepala BNPB.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved