Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

"BISA SALAH" Kriminolog UI Komentari Sketsa Sosok Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Ini Solusinya

Bisa jadi sketsa pembunuh ibu dan anak di Subang yang dirilis Polda Jabar salah. Hal itu diungkapkan oleh kriminolog dari UI, Adrianus Meliala.

Editor: Iksan Fauzi
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Misteri sosok berbaju kotak-kotak di sketsa pembunuhan ibu dan anak di Subang. Polda Jabar merilis sketsa itu pada Rabu (29/12/2021). Kriminolog UI komentari sketsa yang dirilis Polda Jabar. 

SURYA.co.id | SUBANG - Bisa jadi sketsa pembunuh ibu dan anak di Subang yang dirilis Polda Jabar salah. Hal itu diungkapkan oleh kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala.

Seperti diketahui, Polda Jabar merilis sketsa pembunuhan ibu dan anak di Subang pada, Rabu (29/12/2021).

Sketsa itu menunjukkan sosok pria berambut pendek, dengan gaya menyisir rambut ke kanan dan memakai kemeja kotak-kotak.

Sosok pria muda berkulit putih bersih itu yang diduga sebagai pembunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu antara Selasa (17/12/2021) hingga Rabu (18/21/2021).

Berikut analisis Adrianus Meliala mengenai sketsa yang dirilis Polda Jabar. Menurut Adrianus, bisa sajak sketsa itu salah.

Alasan Adrianus, sketsa itu didapatkan polisi dari keterangan para saksi. Namun, polisi tidak memiliki gambaran penuh.

"Masalahnya, kalau ingatan saksi sudah terdistorsi, bagaimana?"

"Distorsi bisa terjadi karena kebanyakan ditanyain, karena sudah kelamaan atau karena saksi membaca atau mendengar hal-hal baru yang mungkin mempengaruhi kesaksiannya," kata Adrianus Meliala saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (30/12/2021).

Solusi

Menurut Adrianus Meliala, hal tersebut dikarenakan polisi tidak memiliki gambaran detail terkait ciri-ciri pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.

Maka itu, menurutnya Polisi perlu melakukan banyak langkah lain guna meyakini gambaran yang didapat.

"Karena tidak ada yang melihat langsung, jelas dan utuh. Jadi polisi perlu melakukan konfigurasi dengan meggunakan beberapa hal."

"Keterangan saksi, dugaan tinggi badan rata-rata, dugaan berdasarkan bayangan atau siluet dll. Itu semua bisa benar bisa salah," kata Adrianus Meliala.

Adrianus berharap, sketsa wajah tersebut benar-benar bisa menjadi titik terang dari kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved